Pertumbuhan Ekonomi Minus, Penanganan Covid -19 Jadi Kunci
Kamis, 24 September 2020 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Ditambahkannya, faktor-faktor positif yang terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah angka-angka ritel sudah melewati level terendahnya di bulan April dan Mei, suku bunga acuan Bank Indonesia masih rendah hingga 1-2 tahun ke depan, transfer dana atau bantuan sosial yang lebih besar di semester II tahun ini, serta omnibus law.
Namun, beberapa faktor negatifnya antara lain kasus Covid-19 yang terus naik dan belum terlihat puncaknya dan berdampak pada diterapkannya kembali PSBB di provinsi besar.
(Baca Juga: Stimulasi Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Berharap pada Ekonomi Desa)
"Pertumbuhan PDB yang mungkin terkontraksi di kuartal III dan IV, kurva stagnan dari proses pemulihan sisi permintaan, serta aliran modal masih dapat berbalik jika risiko meningkat," katanya.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV masih kontraksi, namun bisa berpeluang positif apabila ada dorongan belanja modal negara dan masyarakat. "Kami lihat ada kontraksi minus 1% sampai dengan minus 2% sampai akhir tahun ini," pungkasnya.
Namun, beberapa faktor negatifnya antara lain kasus Covid-19 yang terus naik dan belum terlihat puncaknya dan berdampak pada diterapkannya kembali PSBB di provinsi besar.
(Baca Juga: Stimulasi Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Berharap pada Ekonomi Desa)
"Pertumbuhan PDB yang mungkin terkontraksi di kuartal III dan IV, kurva stagnan dari proses pemulihan sisi permintaan, serta aliran modal masih dapat berbalik jika risiko meningkat," katanya.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV masih kontraksi, namun bisa berpeluang positif apabila ada dorongan belanja modal negara dan masyarakat. "Kami lihat ada kontraksi minus 1% sampai dengan minus 2% sampai akhir tahun ini," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :