Hari Tani Nasional, Momentum Kebangkitan Petani Gambut
Kamis, 24 September 2020 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Terungkap! Lahan Gambut RI Terbentuk Sejak 26 Ribu Tahun Silam
Untuk mewujudkan pertanian alami tersebut, BRG melatih para petani di desa-desa yang berada di lokasi target restorasi gambut. Saat ini ada sekitar 1000 kader petani yang mengelola sekitar 200-an demplot pertanian tanpa bakar.BRG berharap pada kesempatan Hari Tani Nasional ini, para petani di lahan gambut semakin bersemangan menjalankan pertanian berkelanjutan. "Tidak hanya itu, para petani juga diharapkan dapat melakukan inovasi pada kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang ada," tambah Myrna.
Menurut dia dukungan semua pihak diperlukan pada para petani di lahan gambut yang saat ini mengalami perjuangan sangat berat untuk bisa melanjutkan kegiatan pertaniannya pada ekosistem gambut yang sudah rusak. Sebab itu, kehadiran petani sangat dibutuhkan. Bahkan tidak berlebihan jika para petani disebut sebagai pejuang pangan sejati untuk masyarakat dunia."Berkat para petani kita menikmati pangan yang begitu melimpah dan sehat. Untuk mewujudkan produksi pertanian yang sehat itu maka perlu pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan," kata dia.
Baca Juga: BRG Minta Kades Jaga Infrastruktur Pembasahan Gambut
Di sisi lain, keinginan para petani memanen hasil pertanian dalam waktu yang singkat menjadi tantangan mewujudkan budidaya pertanian alami. Sebab pertanian dengan cara alami membutuhkan waktu yang lumayan panjang dan pemeliharaan yang maksimal. Namun, banyak petani sudah membuktikan bahwa hasil pertanian yang diolah secara alami hasil produksinya berkualitas dan sehat. Hal ini disampaikan oleh Ismail, dari kelompok tani “Memanah” di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Melihat perkembangan ini, pembinaan secara berkesinambungan oleh pemerintah daerah kepada petani di desa-desa gambut dalam rangka mewujudkan pertanian alami juga sangat diperlukan," tutup Myrna.
Untuk mewujudkan pertanian alami tersebut, BRG melatih para petani di desa-desa yang berada di lokasi target restorasi gambut. Saat ini ada sekitar 1000 kader petani yang mengelola sekitar 200-an demplot pertanian tanpa bakar.BRG berharap pada kesempatan Hari Tani Nasional ini, para petani di lahan gambut semakin bersemangan menjalankan pertanian berkelanjutan. "Tidak hanya itu, para petani juga diharapkan dapat melakukan inovasi pada kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang ada," tambah Myrna.
Menurut dia dukungan semua pihak diperlukan pada para petani di lahan gambut yang saat ini mengalami perjuangan sangat berat untuk bisa melanjutkan kegiatan pertaniannya pada ekosistem gambut yang sudah rusak. Sebab itu, kehadiran petani sangat dibutuhkan. Bahkan tidak berlebihan jika para petani disebut sebagai pejuang pangan sejati untuk masyarakat dunia."Berkat para petani kita menikmati pangan yang begitu melimpah dan sehat. Untuk mewujudkan produksi pertanian yang sehat itu maka perlu pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan," kata dia.
Baca Juga: BRG Minta Kades Jaga Infrastruktur Pembasahan Gambut
Di sisi lain, keinginan para petani memanen hasil pertanian dalam waktu yang singkat menjadi tantangan mewujudkan budidaya pertanian alami. Sebab pertanian dengan cara alami membutuhkan waktu yang lumayan panjang dan pemeliharaan yang maksimal. Namun, banyak petani sudah membuktikan bahwa hasil pertanian yang diolah secara alami hasil produksinya berkualitas dan sehat. Hal ini disampaikan oleh Ismail, dari kelompok tani “Memanah” di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Melihat perkembangan ini, pembinaan secara berkesinambungan oleh pemerintah daerah kepada petani di desa-desa gambut dalam rangka mewujudkan pertanian alami juga sangat diperlukan," tutup Myrna.
(nng)
Lihat Juga :