Pelaku Industri Pembiayaan yang Sehat Diprediksi Tersisa 70%, Sisanya Sekarat
Minggu, 27 September 2020 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Awas! Kredit Macet Gelombang Dua Bikin Pengusaha Leasing Tambah Njerit )
Kondisi PSBB menurut dia sangat memukul kemampuan cicilan nasabah perseroan. Karena lebih dari 50% nasabahnya merupakan segmen menengah ke bawah dengan kemampuan tabungan terbatas. "Tantangan berat saat ini melayani nasabah, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan. Masa sekarang ini lebih berat dari krisis sebelumnya. Angka NPF kami per Agustus sudah ditekan ke level 3% dari 4% saat PSBB," ujarnya.
Sementara itu Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo juga mengatakan, krisis akibat pandemi covid19 berbeda dari sebelumnya. Hal paling jelas adalah sektor UMKM yang juga ikut tertekan sementara sebelumnya sektor ini dikenal tahan krisis.
"Kredit bermasalah kami sudah naik dari Juni 2019 tingkat NPL 2,4% tapi di Juni tahun ini 2,9%. Semua bisa terkena virus sehingga UMKM yang biasanya tahan krisis sekarang juga terkena," ujar Haru.
Menurutnya yang harus menjadi perhatian saat ini adalah keringanan bagi pelaku usaha di saat krisis dan penyaluran modal kerja baru di saat pemulihan ekonomi. "Debitur akan butuh modal kerja baru untuk pemulihan ekonomi. Pemerintah sudah menyiapkan dana pemulihan yang besar salah satunya melalui perbankan," ujarnya.
Kondisi PSBB menurut dia sangat memukul kemampuan cicilan nasabah perseroan. Karena lebih dari 50% nasabahnya merupakan segmen menengah ke bawah dengan kemampuan tabungan terbatas. "Tantangan berat saat ini melayani nasabah, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan. Masa sekarang ini lebih berat dari krisis sebelumnya. Angka NPF kami per Agustus sudah ditekan ke level 3% dari 4% saat PSBB," ujarnya.
Sementara itu Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo juga mengatakan, krisis akibat pandemi covid19 berbeda dari sebelumnya. Hal paling jelas adalah sektor UMKM yang juga ikut tertekan sementara sebelumnya sektor ini dikenal tahan krisis.
"Kredit bermasalah kami sudah naik dari Juni 2019 tingkat NPL 2,4% tapi di Juni tahun ini 2,9%. Semua bisa terkena virus sehingga UMKM yang biasanya tahan krisis sekarang juga terkena," ujar Haru.
Menurutnya yang harus menjadi perhatian saat ini adalah keringanan bagi pelaku usaha di saat krisis dan penyaluran modal kerja baru di saat pemulihan ekonomi. "Debitur akan butuh modal kerja baru untuk pemulihan ekonomi. Pemerintah sudah menyiapkan dana pemulihan yang besar salah satunya melalui perbankan," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :