Menunggu Asa Manis Biji Kopi Bintuni

Minggu, 27 September 2020 - 23:11 WIB
loading...
Menunggu Asa Manis Biji...
Dari kultur masyarakat asli Negeri Sisar Matiti yang gemar bertanam palawija itu tersimpan potensi perkebunan Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang luar biasa. Foto/Dok
A A A
BINTUNI - Sebagai wilayah yang kaya akan potensi alam, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat , masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dari kultur masyarakat asli Negeri Sisar Matiti yang gemar bertanam palawija itu tersimpan potensi perkebunan yang luar biasa.

Kabupaten yang memiliki luas 20.841 km2 ini masih memiliki banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat langsung. (Baca Juga: Teten Ajak Petani Kopi Bentuk Koperasi Atasi Kesulitan Penjualan )

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw, MT dalam audiensinya pada masyarakat akhir pekan ini menyatakan, potensi ini bisa menjadi efek berantai untuk memenuhi visi misi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, yakni mewujudkan Teluk Bintuni yang maju, produktif, mandiri dan berdaya saing.

“Pada perjalanan dinas yang saya lakukan ke Jakarta dan beberapa daerah bulan kemarin, kami sempat berdiskusi semi-riset dengan beberapa pihak dari beberapa fakultas pertanian untuk melihat potensi kebun kopi di Teluk Bintuni. Ternyata Teluk Bintuni ini bisa punya potensi untuk memiliki varian kopi yang unik. Tapi nanti hal ini akan diriset lebih lanjut,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, ada beberapa distrik di Teluk Bintuni yang cocok untuk dikonsentrasikan menjadi sentra dari produksi kopi khas Teluk Bintuni. Ia melihat potensi perkebunan kopi ini sebagai upaya penyelarasan visi misi kabupaten, dengan potensi munculnya industri-industri baru di Teluk Bintuni, nantinya.

“Ke depan ini kan akan ada industri petrokimia dan lainnya di Teluk Bintuni. Nah potensi industri ini saya lihat ke depan akan membuat Teluk Bintuni semakin ramai. Dari ramainya Teluk Bintuni ini, tentunya harus dibarengi dengan munculnya sebuah potensi baru. Saya melihat industri kopi di Teluk Bintuni sebagai salah satu potensi yang harus dimunculkan,” imbuhnya.

Bupati Teluk Bintuni yang kerap disapa Piet ini mengatakan bahwa, potensi industri kopi bisa menjadi geliat ekonomi baru yang diselaraskan dengan perubahan demografi Teluk Bintuni nantinya, setelah industri Petrokimia dan lainnya mulai berdiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
Ada Ketelitian dan Konsistensi...
Ada Ketelitian dan Konsistensi di Balik Rasa Teh Berkualitas
Ekspor Tembus Rp27,4...
Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi
Prabowo Terbang ke AS...
Prabowo Terbang ke AS Bertemu Trump, Amankan Pembebasan Tarif CPO dan Kopi
BPDP Fasilitasi Pemberdayaan...
BPDP Fasilitasi Pemberdayaan UMKM Perkebunan lewat Inacraft 2026
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Anji Ungkap Punya Private...
Anji Ungkap Punya Private Barista, Racikan Kopi Cold Brew Blueberry Jadi Sorotan
Rekomendasi
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Infografis
Alasan Mengapa Meminum...
Alasan Mengapa Meminum Kopi saat Sahur Tidak Dianjurkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved