Menunggu Asa Manis Biji Kopi Bintuni
Minggu, 27 September 2020 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
“Industri kopi di Indonesia, bahkan dunia ini kan dari dulu tidak pernah mati. Bahkan sekarang begitu banyaknya warung kopi yang menjamur kan? Nah Bintuni ini punya potensi lahan yang bisa dimaksimalkan. Jika pandemi ini selesai, kita segera garap itu perkebunan untuk melihat hasilnya,” katanya.
(Baca Juga: Wanginya Ekspor Kopi Indonesia, Surplus USD560 Juta di Awal Tahun )
"Doakan saja pandemi ini segera selesai. Nantinya potensi ini tentu akan menjadi geliat tersendiri. Misalnya dengan adanya perkebunan kopi, nanti coffee shop juga akan bertebaran di kabupaten ini untuk melayani potensi keramaian di Teluk Bintuni akibat munculnya berbagai industri di depan," sambungnya.
Ditambahkannya, industri kopi mulai dari perkebunan sampai pasca produksi ini tentu membutuhkan skill-skill baru. "Ini yang tadi saya bilang selaras dengan pembangunan manusia di Teluk Bintuni. Nanti akan ada pelatihan, kita datangkan dari tenaga-tenaga ahli tentang tanaman kopi, juga coffee connoisseur (ahli tester kopi), juga peracik-peracik kopi atau barista baik itu lokal maupun luar Bintuni untuk melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat di Teluk Bintuni,” kata Piet.
Menurutnya, dari industri kopi akan memunculkan tiga potensi profesi yang akan memaksimalkan pembangunan SDM di Teluk Bintuni. Ini merupakan potensi pengenalan pariwisata Teluk Bintuni.
“Jika transfer pengetahuan itu sudah berjalan, maka kita Teluk Bintuni, akan punya potensi profesi baru. Dari pelaku-pelaku perkebunan kopi baru, ahli tester baru, barista-barista baru. Nah barista-barista dari Teluk Bintuni, ini akan kita sertakan pada perhelatan-perhelatan kopi di Indonesia dan dunia," ujarnya.
"Katakanlah mereka merupakan duta pariwisata dan duta kopi. Untuk memperkenalkan varian kopi Teluk Bintuni. Ini memang butuh waktu, tapi kita bisa. Saya yakin kita bisa. Dengan partisipasi kita di ajang perkopian Indonesia dan internasional, orang akan semakin mengenal Teluk Bintuni," lanjutnya.
(Baca Juga: Wanginya Ekspor Kopi Indonesia, Surplus USD560 Juta di Awal Tahun )
"Doakan saja pandemi ini segera selesai. Nantinya potensi ini tentu akan menjadi geliat tersendiri. Misalnya dengan adanya perkebunan kopi, nanti coffee shop juga akan bertebaran di kabupaten ini untuk melayani potensi keramaian di Teluk Bintuni akibat munculnya berbagai industri di depan," sambungnya.
Ditambahkannya, industri kopi mulai dari perkebunan sampai pasca produksi ini tentu membutuhkan skill-skill baru. "Ini yang tadi saya bilang selaras dengan pembangunan manusia di Teluk Bintuni. Nanti akan ada pelatihan, kita datangkan dari tenaga-tenaga ahli tentang tanaman kopi, juga coffee connoisseur (ahli tester kopi), juga peracik-peracik kopi atau barista baik itu lokal maupun luar Bintuni untuk melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat di Teluk Bintuni,” kata Piet.
Menurutnya, dari industri kopi akan memunculkan tiga potensi profesi yang akan memaksimalkan pembangunan SDM di Teluk Bintuni. Ini merupakan potensi pengenalan pariwisata Teluk Bintuni.
“Jika transfer pengetahuan itu sudah berjalan, maka kita Teluk Bintuni, akan punya potensi profesi baru. Dari pelaku-pelaku perkebunan kopi baru, ahli tester baru, barista-barista baru. Nah barista-barista dari Teluk Bintuni, ini akan kita sertakan pada perhelatan-perhelatan kopi di Indonesia dan dunia," ujarnya.
"Katakanlah mereka merupakan duta pariwisata dan duta kopi. Untuk memperkenalkan varian kopi Teluk Bintuni. Ini memang butuh waktu, tapi kita bisa. Saya yakin kita bisa. Dengan partisipasi kita di ajang perkopian Indonesia dan internasional, orang akan semakin mengenal Teluk Bintuni," lanjutnya.
Lihat Juga :