Menakar Potensi Ekonomi dari Hutan Mangrove Bintuni

Rabu, 30 September 2020 - 11:33 WIB
loading...
Menakar Potensi Ekonomi...
Dengan luasan yang mencakup 10% dari seluruh wilayah mangrove di Indonesia, potensi ekonomi yang dimiliki oleh kandungan hutan mangrove Teluk Bintuni mampu memberikan nilai lebih bagi masyarakatnya. Foto/Dok
A A A
BINTUNI - Hutan mangrove Teluk Bintuni , Papua Barat menyimpan kekayaan yang luar biasa. Dengan luasan yang mencakup 10% dari seluruh wilayah mangrove di Indonesia, potensi ekonomi yang dimiliki oleh kandungan hutan mangrove Teluk Bintuni mampu memberikan nilai lebih bagi masyarakatnya.

Ada tiga biota mangrove yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar: Udang jerbung (Penaeidae), kepiting bakau (Geryonidae) dan kakap (Scianidae). Ketiga biota ini memberikan kontribusi besar bagi nilai ekspor produk perikanan di Teluk Bintuni.

(Baca Juga: Menunggu Asa Manis Biji Kopi Bintuni )

Namun, produk perikanan ini masih minim pengolahan menjadi produk makanan yang dapat memberikan nilai tambah. Pengolahan produk perikanan dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Tentunya dengan memperhatikan aspek kebersihan, pengolahan yang apik, serta kemasan yang menarik.

Kepiting bakau, sebagai salah satu komoditas andalan dari Teluk Bintuni, terutama di Pulau Babo atau yang lebih dikenal sebagai Distrik Babo, bisa memberikan nilai tambah jika bentuk komoditas ini menjadi makanan olahan dengan berbagai variasi yang menarik. Kerupuk salah satunya.

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw, MT pada sejumlah kunjungan kerjanya mengungkapkan keinginan mengembangkan produk-produk perikanan ini menjadi processed food atau produk makanan olahan.

“Hasil perikanan kita mulai dari kepiting, udang dan ikan kakap ini punya potensi menjadi produk ekspor makanan olahan ke depannya. Saya ingin menggeliatkan UMKM sebagai core business dari produk makanan olahan ini. Contohnya Kerupuk ikan, kepiting dan udang,” kata Petrus.

Kepiting yang ditemui di Teluk Bintuni hanya dihargai Rp10 ribu per ekornya. Menilik dari penjualan mentah ini, tentunya tidak akan memberikan nilai tambah yang begitu signifikan bagi masyarakat dan nelayan.

Demikian pula udang dan ikan kakap. Oleh karena itu, Petrus mulai mengajak peran serta masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya untuk memberikan penyuluhan atau pelatihan mengenai bagaimana pengolahan kepiting udang dan ikan, agar menjadi produk makanan siap saji yang dapat bertahan sebagai komoditas ekspor maupun distribusi skala nasional.

(Baca Juga: Kabar Gembira, Ekspor Perikanan ke Jepang Kini Bisa Langsung dari Manado )

Pengolahan kepiting udang dan ikan menjadi kerupuk atau kudapan, bisa menjadi salah satu solusi. Pemberdayaan masyarakat dalam industri yang dapat dikerjakan pada skala rumahan ini tentu menjadi salah satu nilai yang bisa ditambahkan dari bisnis ini.

Tersedianya sumber yang berkelimpahan adalah faktor yang dapat menjadikan kerupuk kepiting, udang dan ikan Teluk Bintuni dapat menjadi komoditas andalan.

“Untuk pemasaran dari produk ini, pasar nasional dan internasional akan kita sasar. Bahkan ada beberapa investor dari Jepang dan China yang sudah mulai melirik potensi ini. Hal ini akan saya maksimalkan komoditasnya. Mereka itu kan penggila kudapan sea food. Jadi pasar nantinya ada. Nah bagaimana saya dan Pak Matret (wakil bupati) akan mengakomodir potensi pasar ini dengan UMKM yang ada di Bintuni,” imbuh Petrus.

Geliat perekonomian daerah Teluk Bintuni bisa digairahkan melalui industri-industri rumahan ini, tentunya dengan jalur distribusi dan pemasaran yang diintervensi oleh pemerintah daerah, niscaya kerupuk kepiting, udang dan ikan Teluk Bintuni bisa menjadi produk yang diminati nasional dan internasional.

Dengan hadirnya industri-industri pengolahan makanan sebagaimana yang dimaksud, selain merambah pemberdayaan masyarakat untuk ikut aktif sebagai pengelola. Hal ini bisa menjadi nilai ekonomi yang mendukung Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus.

Industri yang menggeliat selain teknik industri, migas dan petrokimia, tentunya memberikan alternatif lebih kepada masyarakat Teluk Bintuni untuk berpartisipasi demi kemajuan daerahnya.

Menjamurnya produk makanan olahan yang tidak begitu banyak variasi dari daerah Indonesia timur, merupakan faktor pendukung industri ini bisa berpeluang menjadi potensi. Dengan kemajuan komunikasi, diharapkan produk olahan ini bisa menjadi raksasa processed food baru di Indonesia.

“Ya saya ingin nantinya Bintuni ini akan dikenal dunia juga dengan produk Bintuni fish cracker, Bintuni crab cracker maupun Bintuni shrimp cracker-nya. Itu bahasa kerennya. Bahasa kitanya itu kerupuk,” pungkas Petrus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Perkuat Ekonomi Bontang,...
Perkuat Ekonomi Bontang, Hilirisasi Pengalengan Ikan dan Rumput Laut Jadi Prioritas Investasi
Duit Rp522 Triliun Setiap...
Duit Rp522 Triliun Setiap Tahun Hilang Akibat Pencurian Ikan di Laut Indonesia
Indonesia Luncurkan...
Indonesia Luncurkan Ocean Centre, Bangun Ekonomi Biru yang Aman dan Berkelanjutan
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
1.037 Peserta Seleksi...
1.037 Peserta Seleksi CPNS dan Masyarakat Manokwari Selatan Diimbau Jaga Kamtibmas
Rekomendasi
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved