Kuartal I 2020, Ekonomi Jabar Anjlok Menjadi 2,73%
Selasa, 05 Mei 2020 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pertumbuhan ekonomi Jabar pada kuartal I 2020 yang turun sebesar 0,95% (q-to-q) tertahan oleh kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar, seperti Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Konstruksi.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 ditopang komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni 1,89%, Komponen PMTB 0,17%, sementara komponen lainnya 0,67%.
Pandemi Covid-19 yang terjadi pada Maret 2020 berdampak terhadap ekonomi Jabar. Seluruh komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pengeluaran mengalami kontraksi.
Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (59,51%); Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (11,22%); Komponen Ekspor Barang dan Jasa (6,85%); Perubahan Inventori (0,86%); Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (0,61%).
"Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga kontraksi 0,47% karena penurunan terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat secara umum. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai pengurang pertumbuhan mengalami kontraksi 23,87%," terangnya.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 ditopang komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni 1,89%, Komponen PMTB 0,17%, sementara komponen lainnya 0,67%.
Pandemi Covid-19 yang terjadi pada Maret 2020 berdampak terhadap ekonomi Jabar. Seluruh komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pengeluaran mengalami kontraksi.
Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (59,51%); Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (11,22%); Komponen Ekspor Barang dan Jasa (6,85%); Perubahan Inventori (0,86%); Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (0,61%).
"Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga kontraksi 0,47% karena penurunan terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat secara umum. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai pengurang pertumbuhan mengalami kontraksi 23,87%," terangnya.
(bon)
Lihat Juga :