Pandemi yang Memburuk Ancam Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok Beruntun

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 09:31 WIB
loading...
Pandemi yang Memburuk...
Harga minyak mentah dunia anjlok hampir 1% dimana penyebabnya produksi minyak dunia meningkat saat pandemi Covid-19 memburuk yang bisa menghantam permintaan serta konsumsi bahan bakar. Foto/Ilustrasi
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia anjlok hampir 1% pada perdagangan hari Jumat (10/3/2020), untuk memperpanjang tren kerugian di hari kedua secara beruntun. Penyebabnya produksi minyak dunia meningkat saat pandemi Covid-19 memburuk, dimana ketika pembatasan kembali bergulir akan menghantam permintaan serta konsumsi bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent seperti dilansir Reuters, hari ini menunjukkan penurunan sebesar 36 sen atau 0,9% pada posisi USD40,57 per barel setelah jatuh lebih dari 3% pada hari Kamis. Tren pelemahan juga terlihat pada minyak mentah Amerika Serikat atau WTI dimana kehilangan 36 sen yang setara lebih rendah 0,9% menjadi USD38,36/barel usai ambruk hampir 4% pada sesi sebelumnya.

(Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi Saat Badai Tropis Mengancam Produksi AS )

Minyak AS sedang menuju penurunan hampir 5% minggu ini, sementara Brent berada di jalur pelemahan lebih dari 3%, dalam minggu kedua berturut-turut untuk kedua kontrak. "Fundamental minyak tidak menggembirakan ... ketika pasokan naik dan prospek permintaan terlihat suram," kata ANZ Research dalam sebuat catatannya.

Sementara kenaikan pasokan minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) membebani pasar karena produksi September naik sebesar 160.000 barel per hari (bpd) dari sebulan sebelumnya. Hal ini didapatkan dari sebuah survei Reuters.

Peningkatan itu terutama disebabkan oleh lebih banyak pasokan dari Libya dan Iran, anggota OPEC yang dibebaskan dari kesepakatan untuk menahan produksi antara OPEC dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia atau kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.

(Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan )

Produksi minyak mentah Libya telah meningkat lebih cepat dari yang diharapkan analis saat relaksasi blokade oleh Tentara Nasional Libya yang mencoba mengambil alih ibu kota dan terutama berbasis di bagian timur negara itu, di mana banyak fasilitas minyak berada.

Output minyak mentah dari Libya telah melonjak menjadi 270.000 bpd karena negara itu meningkatkan aktivitas ekspor, kata seorang sumber minyak Libya kepada Reuters. Di sisi lain kasus COVID-19 baru di seluruh dunia telah naik menjadi lebih dari 34 juta, hampir 2 juta lebih banyak daripada pada akhir pekan lalu.

Minggu ini menandai tonggak suram kematian dimana melebihi 1 juta dan beberapa negara memperketat pembatasan dan merenungkan penguncian saat infeksi meningkat. Kondisi ini mendorong kekhawatiran tentang dampak pada permintaan bahan bakar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Eks Diplomat UEA: Lebih...
Eks Diplomat UEA: Lebih Banyak Negara Sangat Mungkin Tinggalkan OPEC
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved