Indonesia Peringkat Satu Dunia: Jangan Hepi Dulu, Masih Banyak PR di Keuangan Syariah
Minggu, 04 Oktober 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menuturkan ekonomi syariah berperan penting terhadap perekonomian Indonesia termasuk dalam upaya pemulihan ekonomi nasional imbas dari pandemi Covid-19. Saat ini sektor keuangan sudah memulai ekosistem ekonomi syariah. Namun hal tersebut perlu didukung dengan ekosistem lainnya, seperti nasabah, aktivitas ekonomi, hingga lembaga pendukung lain. ( Baca juga:RUU Ciptaker, Uang Pesangon Maksimal Hanya 25 Kali Gaji )
"Sektor keuangan syariah tidak akan optimal kalau yang mengelilingi sektor keuangan tersebut tidak kita berdayakan dengan baik. Untuk itu, diperlukan sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh secara bersama-sama dengan melibatkan stakeholders secara aktif," jelasnya. Untuk meningkatkan permintaan di sektor keuangan syariah perlu dorongan dari pemanfaatan teknologi digital.
Pelaku industri keuangan syariah harus bisa menjangkau masyarakat ke daerah-daerah, khususnya masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan. "Kita lakukan agar demand bisa tumbuh dengan masuk ke daerah, mengajak masyarakat yang belum bankable, belum diakses, dengan teknologi bisa diakses. Sehingga pada waktu kita mau kasih pembiayaan atau akses berbagai produk, secara digital informasinya sudah ada," kata dia.
Dia meyakini potensi keuangan syariah masih sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu mencapai 229 juta orang atau sekitar 87% dari total penduduk Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3,96 juta orang dan 25.938 pesantren.
"Sektor keuangan syariah tidak akan optimal kalau yang mengelilingi sektor keuangan tersebut tidak kita berdayakan dengan baik. Untuk itu, diperlukan sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh secara bersama-sama dengan melibatkan stakeholders secara aktif," jelasnya. Untuk meningkatkan permintaan di sektor keuangan syariah perlu dorongan dari pemanfaatan teknologi digital.
Pelaku industri keuangan syariah harus bisa menjangkau masyarakat ke daerah-daerah, khususnya masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan. "Kita lakukan agar demand bisa tumbuh dengan masuk ke daerah, mengajak masyarakat yang belum bankable, belum diakses, dengan teknologi bisa diakses. Sehingga pada waktu kita mau kasih pembiayaan atau akses berbagai produk, secara digital informasinya sudah ada," kata dia.
Dia meyakini potensi keuangan syariah masih sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu mencapai 229 juta orang atau sekitar 87% dari total penduduk Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3,96 juta orang dan 25.938 pesantren.
(uka)
Lihat Juga :