Anggota DPR: UU Cipta Kerja Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh Tinggi
Senin, 05 Oktober 2020 - 12:50 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Undang-Undang Cipta Kerja akan melesatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan Indonesia bisa naik kelas, terbebas dari middle income trap.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar M. Sarmuji mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang moderat menyebabkan Indonesia terjebak dalam middle income trap.
"Indonesia tidak akan bisa naik kelas hanya dengan pertumbuhan biasa-biasa saja. Karena itu, kita membutuhkan pendorong agar bisa tumbuh lebih tinggi," katanya, Senin (5/10/2020). (Baca juga: Ekonom Ini Ramal Ekonomi di Kuartal III Tidak Separah Ucapan Sri Mulyani )
UU Cipta Kerja, lanjutnya, mengatasi masalah disharmoni peraturan perundang-undangan, tumpang tindih kebijakan, ruwetnya birokrasi, ketidakpastian hukum dan segala hal yang selama ini dikeluhkan para pengusaha. "Dengan mengatasi soal ini, separuh urusan pengusaha bisa terselesaikan," katanya.
Sarmuji berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal tumbuh tinggi karena selama ini investasi Indonesia tumbuh datar-datar saja. Iklim investasi Indonesia kalah bersaing dengan negara lain.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar M. Sarmuji mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang moderat menyebabkan Indonesia terjebak dalam middle income trap.
"Indonesia tidak akan bisa naik kelas hanya dengan pertumbuhan biasa-biasa saja. Karena itu, kita membutuhkan pendorong agar bisa tumbuh lebih tinggi," katanya, Senin (5/10/2020). (Baca juga: Ekonom Ini Ramal Ekonomi di Kuartal III Tidak Separah Ucapan Sri Mulyani )
UU Cipta Kerja, lanjutnya, mengatasi masalah disharmoni peraturan perundang-undangan, tumpang tindih kebijakan, ruwetnya birokrasi, ketidakpastian hukum dan segala hal yang selama ini dikeluhkan para pengusaha. "Dengan mengatasi soal ini, separuh urusan pengusaha bisa terselesaikan," katanya.
Sarmuji berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal tumbuh tinggi karena selama ini investasi Indonesia tumbuh datar-datar saja. Iklim investasi Indonesia kalah bersaing dengan negara lain.
Lihat Juga :