Diskon BBM Pertalite Masuk ke Pulau Jawa Demi Langit Biru
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:57 WIB
loading...
Kami akan masuk ke seluruh Pulau Jawa dengan memberi diskon BBM jenis pertalite. Ini untuk mendorong minat masyarakat menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mulai mendorong untuk menyediakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan sesuai dengan Permen KLHK Nomor 20 tahun 2018 melalui berbagai program marketing dan edukasi konsumen. CEO Commercial & Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan Pertamina salah satunya melalui Program Langit Biru.
(Baca Juga: Ternyata, Ada Udang di Balik Diskon Harga Pertalite )
Saat ini program tersebut baru dilaksanakan di Provinsi Bali dan Kota Tangerang Selatan. Ke depan, program ini akan diperluas di kota atau kabupaten yang berada di Pulau Jawa.
"Kami akan masuk ke seluruh Pulau Jawa dengan memberi diskon BBM jenis pertalite. Ini untuk mendorong minat masyarakat menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).
Menurut dia, ada dua kriteria utama dalam menentukan wilayah yang akan diterapkan program langit biru. Pertama, masyarakat di wilayah tersebut harus memiliki daya beli BBM yang berkualitas tinggi. Kedua, konsumsi premium di wilayah tersebut masih sangat tinggi.
(Baca Juga: Ternyata, Ada Udang di Balik Diskon Harga Pertalite )
Saat ini program tersebut baru dilaksanakan di Provinsi Bali dan Kota Tangerang Selatan. Ke depan, program ini akan diperluas di kota atau kabupaten yang berada di Pulau Jawa.
"Kami akan masuk ke seluruh Pulau Jawa dengan memberi diskon BBM jenis pertalite. Ini untuk mendorong minat masyarakat menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).
Menurut dia, ada dua kriteria utama dalam menentukan wilayah yang akan diterapkan program langit biru. Pertama, masyarakat di wilayah tersebut harus memiliki daya beli BBM yang berkualitas tinggi. Kedua, konsumsi premium di wilayah tersebut masih sangat tinggi.
Lihat Juga :