Konsumsi Jadi Andalan Pertumbuhan

Rabu, 06 Mei 2020 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Kecuk menambahkan, perekonomian beberapa mitra dagang Indonesia pun terkontraksi sebagai akibat ada pembatasan aktivitas untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Di bagian lain, pada periode yang sama harga komoditas migas dan hasil tambang pun turun.

“Jadi, apa yang bisa dilihat adalah semua indikator terpengaruh Covid-19. Pada kuartal I/2020, ekonomi ini mengalami perlambatan yang sangat dalam,” pungkasnya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional beberapa kuartal ke belakang memang cenderung menurun. Pada kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,97%. Angka ini juga melemah dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 yang sebesar 5,02%. Sementara pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2019 sebesar 5,07% dan kuartal kedua sebesar 5,05%.

Data BPS juga menyebutkan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan PDB ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 2,84%, konsumsi pemerintah 3,74%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,70%, dan ekspor 0,24%. Hanya, sektor pengeluaran mengalami kontraksi pada sisi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar -4,91% dan impor -2,19%.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menyarankan, untuk mencegah agar perekonomian tidak jatuh lebih dalam, pemerintah diminta menambah jumlah dan meningkatkan efektivitas stimulus di kuartal berikutnya.

“Kartu Prakerja sebaiknya dirombak total menjadi full BLT (Bantuan Langsung Tunai). Ini agar fokus untuk menjaga daya beli kelas menengah rentan miskin,” katanya.

Dia juga mendorong agar pembagian sembako untuk warga terdampak jangan sampai terlambat. Untuk itu, perlu ada data terpadu penerima bansos karena ada dinamika dan perubahan jumlah orang yang jatuh miskin selama pandemi berlangsung.

“Untuk mendukung UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) perlu diberi keringanan tarif listrik 1.300 va dan 2.200 va karena banyak kelompok di golongan tarif ini. Harga BBM perlu segera diturunkan untuk menekan biaya logistik. Kemudian subsidi LPG 3kg sebaiknya diperluas,” ucapnya.

Bhima menilai, bukan hanya pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi turun tajam. Namun, ada juga faktor sisi permintaan yang lemah sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, jauh sebelum Covid-19 industri sudah digempur barang impor dan Indonesia tidak siap menghadapi perang dagang AS versus China.

“Kalau kuartal pertama sudah anjlok cukup dalam, maka diperkirakan kuartal II 2020 ekonomi akan minus karena di kuartal kedua ada perluasan PSBB di kota selain Jakarta dan pelarangan mudik. Ini aktivitas ekonomi nyaris mati total,” pungkasnya. (Oktiani Endarwati/Hafid Fuad/Rina Anggraeni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved