UU Ciptaker dan Membaiknya Kondisi Trump Bakal Memoles Rupiah Hari Ini

Selasa, 06 Oktober 2020 - 09:06 WIB
loading...
UU Ciptaker dan Membaiknya...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rupiah hari ini diprediksi menguat. Hal ini dikarenakan pengesahan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau Ciptaker . Jika terjadi, maka rupiah akan melanjutkan penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan kemarin (5/10/2020). Kemarin rupiah ditutup menguat 64 poin atau 0,43% ke Rp 14.800.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston mengatakan, sentimen positif dari dalam negri juga bisa datang dari disahkannya UU Cuptaker yang dipandang menguntungkan investor dan situasi unjuk rasa yang terkendali. ( Baca juga:Airlangga: RUU Cipta Kerja Memastikan Kehadiran Negara untuk Lindungi Pekerja )

"Potensi kisaran hari ini di 14.700-14.900," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Dia melanjutkan, sentimen positif kembali masuk ke aset berisiko di pasar Asia pagi ini. Sentimen tersebut datang dari membaiknya kondisi Trump yang sudah keluar dari rumah sakit. Negosiasi kesepakatan paket stimulus AS yang mengalami kemajuan dan masih berlangsung, membaiknya data indeks aktivitas sektor jasa AS bulan September yang dirilis semalam juga menjadi sentimen positif. ( Baca juga:Azerbaijan Rayakan Mundurnya Sebagian Pasukan Pro-Armenia di Nagorno-Karabakh )

"Sentimen tersebut mendorong pelaku pasar keluar dari aset aman dolar AS dan masuk ke aset berisiko sehingga ada potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS pagi ini," tukasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rekomendasi
Mikel Merino dan Keajaiban...
Mikel Merino dan Keajaiban yang Terus Berulang untuk Spanyol
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Berita Terkini
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved