RI Tak Masuk 3 Besar Produsen Kakao Dunia, Bahkan Harus Impor dari Negara Miskin

Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
RI Tak Masuk 3 Besar...
Pekerja memanen buah kakao di Perkebunan Renteng Afdeling Kedaton milik PTPN XII, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (18/9/2020). Foto/SINDOphoto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Jumlah produksi kakao di Indonesia sejak tahun 2018 terus mengalami penurunan. Akibatnya, Indonesia kini terlempar dari negara produsen kakao nomor tiga terbesar di dunia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan posisi Indonesia kini berada di peringkat enam sebagai negara produsen kakao terbesar di dunia.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan industri, terpaksa harus mengimpor dari berbagai negara seperti Pantai Gading, Ghana, Kamerun, Nigeria dan Ekuador. (Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Vaksin Impor untuk Tenaga Medis Tersedia Bulan Depan )

"Saat ini Indonesia sebagai produsen kakao telah bergeser dari peringkat 3 di dunia pada 2014 menjadi peringkat 6 pada tahun 2018 sampai sekarang," kata Agus dalam diskusi virtual, Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan, penyebab turunnya produksi kakao karena sebagian besar tanaman kakao di Indonesia banyak yang sudah tua, sehingga rentan terhadap serangan hama. "Ini semua menjadi tantangan menteri pertanian dalam peningkatan biji kakao di dalam negeri," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Rekomendasi
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Berita Terkini
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved