Perlunya Pengelolaan Keuangan di Masa Pandemi

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
“Ini yang harus dipahami. Harus dipisah juga antara keuangan untuk pribadi maupun untuk bisnis. Berapa persen untuk bayar cicilan atau utang, untuk kebutuhan belanja sehari-hari, dan untuk investasi atau bisnis,” tutur Maya.

Dia menambahkan, dalam mengatur keuangan, pendapatan bulanan harus dibagi dalam beberapa porsi. Misalnya sekitar 30% untuk membayar utang, 30% investasi, 40% untuk kebutuhan dan keinginan. Namun, khusus di masa pandemi , Maya menyarankan perlunya memprioritaskan alokasi dana darurat. (Baca juga: Waspada! Seks Oral Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan)

“Soal berapa yang dicadangkan, itu bergantung kembali kepada masing-masing. Ini tentu melihat dari profil risikonya, apakah dia lajang, sudah menikah, punya anak berapa. Itu bergantung keluarga masing-masing,” katanya.

Maya juga menekankan perlunya menahan keinginan belanja yang bukan menjadi kebutuhan. Sebaliknya, alokasi itu bisa diperuntukkan bagi investasi seperti investasi pendidikan, beli saham.

Pada kesempatan tersebut Maya juga menyoroti dana pendidikan yang menurutnya harus menjadi prioritas. Sebab inflasi pendidikan terus meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Berdasarkan penelitian, kata dia, inflasi pendidikan sangat tinggi dengan perkiraan sekitar 15–20%.

“Kalau untuk anak, saya sarankan untuk investasi pendidikan. Dana ini juga sangat penting. Makanya sebaiknya dari awal dibuat dana investasi untuk pendidikan. Kapan harus investasi, ya sekarang,” imbau dia. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)

Bila berminat untuk berinvestasi dengan membeli saham, Maya menyarankan untuk mencari perusahaan yang tetap bertahan di masa pandemi, khususnya yang bergerak di sektor consumer goods. (Faorick Pakpahan)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved