Ekspor Indonesia-China Makin Kinclong, Baja dan Kertas Paling Banyak Dikirim
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah produk unggulan dan potensial Indonesia yang meningkat secara signifikan, di antaranya besi dan baja (HS 72) meningkat 134,3%; tembaga (HS 74) meningkat 88,5%; alas kaki (HS 64) meningkat 31,9%; kertas dan paperboard (HS 48) meningkat 118,7%; produk perikanan (HS 03) meningkat 16,2%; karet (HS 40) meningkat 25,8%.
(Baca Juga: RUU Cipta Kerja Jadi Cara Menjaring Investasi Berorientasi Ekspor )
Kemudian plastik (HS 39) meningkat 20,4%; timah (HS 80) meningkat 1163,6%; aluminium (HS 76) meningkat 4124,1%; bahan kimia anorganik (HS28) meningkat 63,1%; buah-buahan tropis (HS 08) meningkat 72,8%; kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) meningkat 280,8%; produk tekstil (HS 63) meningkat 3296,3%; serta produk kain khusus (HS 56) meningkat 54,2%, dan lain-lain.
Sementara itu, realisasi investasi China di Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2020 mencapai USD 2,4 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Tiongkok merupakan investor kedua terbesar di Indonesia.
Namun, apabila ditambah dengan investasi dari Hongkong senilai USD 1,7 miliar, maka dapat dikatakan China bersama Hongkong merupakan investor terbesar di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020.
(Baca Juga: RUU Cipta Kerja Jadi Cara Menjaring Investasi Berorientasi Ekspor )
Kemudian plastik (HS 39) meningkat 20,4%; timah (HS 80) meningkat 1163,6%; aluminium (HS 76) meningkat 4124,1%; bahan kimia anorganik (HS28) meningkat 63,1%; buah-buahan tropis (HS 08) meningkat 72,8%; kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) meningkat 280,8%; produk tekstil (HS 63) meningkat 3296,3%; serta produk kain khusus (HS 56) meningkat 54,2%, dan lain-lain.
Sementara itu, realisasi investasi China di Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2020 mencapai USD 2,4 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Tiongkok merupakan investor kedua terbesar di Indonesia.
Namun, apabila ditambah dengan investasi dari Hongkong senilai USD 1,7 miliar, maka dapat dikatakan China bersama Hongkong merupakan investor terbesar di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020.
Lihat Juga :