Nippon Paint Kembangkan Teknologi Cat Antivirus Pertama di Indonesia

Senin, 12 Oktober 2020 - 09:27 WIB
loading...
Nippon Paint Kembangkan...
Hingga saat ini kasus Covid-19 di cenderung meningkat. Data stastistik Worldometer menempatkan Indonesia di urutan ke-22 dari 216 negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi.
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia belum melandai, bahkan cenderung meningkat. Data stastistik Worldometer menempatkan Indonesia di urutan ke-22 dari 216 negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga merilis bahwa kasus telah menyebar di 34 Provinsi dengan 315.714 kasus, korban meninggal mencapai 11.472 orang dan sembuh sebanyak 240.291, per 7 Oktober 2020.

Baru-baru ini disebutkan bahwa Covid-19 telah menyebar di unit terkecil masyarakat, yakni klaster keluarga. Adanya beragam aktivitas dari anggota keluarga saat di luar dan melakukan kontak dekat di rumah, membuat kasus klaster keluarga ini semakin meningkat.

Dokter spesialis paru RSU Adhyaksa dr. Ahmad Muslim Nazaruddin, Sp.P. FERS mengatakan bahwa kini gejala flu biasa (common cold) seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, bersin, batuk, dan demam harus diwaspadai.

“Penularan Covid-19 dapat terjadi ketika droplet berisikan virus dikeluarkan melalui batuk ataupun bersin dari penderita Covid-19 masuk ke dalam saluran napas orang lain. Proses penularan ini semakin cepat dan mungkin terjadi karena Covid-19 dikonfirmasi dapat bertahan lama di udara (airborne),” jelas dr. Ahmad.

Ia menambahkan, selain droplet dan airborne, sentuhan tangan juga dapat menjadi perantara transmisi virus. Jika virus menempel pada gagang pintu, permukaan furniture, sakelar listrik, remote TV, handphone, atau tembok rumah dan kemudian tersentuh, lalu tangan tersebut memegang mata, hidung, atau mulut, maka virus akan masuk ke saluran tubuh.

“Khusus dinding atau tembok, virus korona dapat bertahan hidup dalam kisaran 2 jam hingga 9 hari. Hal tersebut bergantung pada suhu, kelembapan, dan paparan sinar matahari hingga sirkulasi udara pada ruangan,” imbuh dr. Ahmad.

Berbicara tembok, biasanya penghuni mengabaikan kebersihannya, padahal tembok adalah permukaan paling luas pada bangunan. Oleh karena itu, Nippon Paint kembangkan rangkaian cat/pelapis dengan SILVER-ION sebagai anti-mikroba dari Nippon Paint.

“Pengembangan teknologi Silver-Ion untuk Cat/Pelapis Anti-Mikroba Nippon Paint merupakan bentuk usaha kami dalam membantu penekanan penyebaran Covid-19 yang berisiko tinggi pada kesehatan manusia,” ungkap CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia, Jon Tan.

Tidak seperti cat silver-ion lainnya, Teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint telah diuji pada awal 2020 oleh Analytical Lab Group--laboratorium independen berstandar global terhadap Human Coronavirus, ATCC VR-740, strain 229E. Hasil tes menunjukan efektivitas 99,9% mematikan virus tersebut setelah kontak dengan lapisan cat yang mengandung teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint ini.

ALG (Analytical Lab Group) merupakan pemimpin industri labolatorium global dengan standar FDA dan EPA di Amerika Serikat. ALG adalah laboratorium independen dan khusus melakukan pengujian pencegahan infeksi untuk anti-mikroba, farmasi, peralatan medis, bioteknologi dan fasilitas perawatan kesehatan.

Teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint telah hadir pada serangkaian cat kesehatan seperti Nippon Spot-less Plus, Vinilex Anti-Kuman dan yang terbaru Nippon Paint VirusGuard sebagai cat anti-virus pertama di Indonesia.

Cara kerja Silver-Ion dari Nippon Paint diformulasikan secara khusus sebagai anti virus dan anti bakteri dengan tahapan: penetrasi ke dalam virus atau bakteri, menghentikan reproduksi, mematikan metabolisme, lalu menghancurkan mikroorganisme tersebut. Daya antimikroba pada Silver-Ion dari Nippon Paint ini bertahan lama sehingga senyawa ini efektif dalam melawan kuman.

Selain Human Coronavirus (strain 229E), Silver-Ion milik Nippon Paint ini juga efektif dalam membasmi virus influenza A (H1N1 dan H3N2), penyakit tangan, kaki dan mulut (Hand Foot Mouth Diseases / HFMD), dan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, serta MRSA.

Rangkaian cat kesehatan dengan Silver-Ion dari Nippon Paint ini aman bagi keluarga dan ramah lingkungan, rendah VOC, tidak berbau, serta hadir dalam ratusan pilihan warna. Sangat direkomendasikan untuk ruangan interior seperti rumah, klinik/rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel hingga perkantoran.

“Teknologi Silver-Ion dalam produk Nippon Paint bukanlah zat aditif (penambah) seperti cat lainnya, tetapi terformulasi khusus dalam bahan cat. Jadi tidak sama dengan silver ion lainnya, Silver-Ion dalam produk Nippon Paint ini tetap bekerja aktif anti-virus dan anti-bakterinya selama lapisan cat menempel di dinding,” pungkas Jon Tan.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Terkaya Kedua...
Orang Terkaya Kedua Singapura Goh Cheng Liang Meninggal Dunia, Hartanya Rp214,2 Triliun
Pertumbuhan Sektor Properti...
Pertumbuhan Sektor Properti dan Infrastruktur Mendongkrak Permintaan Sealant
Dukung Industri Kapal...
Dukung Industri Kapal dan Maritim RI, Nippon Paint Hadir di INAMARINE 2023
Dukung WFH, Nippon Paint...
Dukung WFH, Nippon Paint Rilis Warna Cat yang Bikin Rumah Adem
Berusia 140 Tahun, Nippon...
Berusia 140 Tahun, Nippon Paint Catat Sejarah Panjang di Jepang
Nippon Paint Minta Arsitek...
Nippon Paint Minta Arsitek Perhatikan Aspek Ekonomi dan Sosial
Lapangan Tenis Tak Lagi...
Lapangan Tenis Tak Lagi Sekadar Arena Bermain, Standar Dunia Jadi Acuan
Warna sebagai Bahasa...
Warna sebagai Bahasa Gaya Hidup Indonesia Masa Kini
Nippon Paint Hadirkan...
Nippon Paint Hadirkan Discover Colours: Manifestasi Tren Global lewat Lensa Kultural Indonesia
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved