Mau Berinvestasi di Negeri Kanguru? Tengok Dulu Peta Peluangnya
Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, bunga itu sangat rendah. Orang borrowing tower itu bisa dapat untung 2,5-3%, sementara cash rate reserve bank cuma 0,25% aja," jelasnya.
Di sisi lain, kondisi perekonomian di Negeri Kanguru itu juga kini sudah mulai membaik sehingga masyarakat Australia, termasuk investor asing dari negara lain, juga sudah berani untuk membelanjakan uangnya untuk sektor properti. ( Baca juga:Kepemilikan Properti WNA dalam Omnibus Law Ternyata Belum Jelas )
Hal tersebut terlihat dari peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat pada Oktober 2020. Pada Oktober 2020, penjualan kamar hotel mencapai 30 juta dolar Australia atau setara Rp300 miliar (mengacu kurs Rp10.000 per dolar Australia) atau naik tiga kali lipat dari posisi Juli.
"Memang kita lihat market mulai bergerak, demand bertambah dari China, Indonesia, bahkan Hong Kong. Sebagai pembanding, pada bulan Juli kita jual 10 juta dolar Australia, sekarang hingga semalam di bulan Oktober ada 30 juta dolar," jelasnya.
Di sisi lain, kondisi perekonomian di Negeri Kanguru itu juga kini sudah mulai membaik sehingga masyarakat Australia, termasuk investor asing dari negara lain, juga sudah berani untuk membelanjakan uangnya untuk sektor properti. ( Baca juga:Kepemilikan Properti WNA dalam Omnibus Law Ternyata Belum Jelas )
Hal tersebut terlihat dari peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat pada Oktober 2020. Pada Oktober 2020, penjualan kamar hotel mencapai 30 juta dolar Australia atau setara Rp300 miliar (mengacu kurs Rp10.000 per dolar Australia) atau naik tiga kali lipat dari posisi Juli.
"Memang kita lihat market mulai bergerak, demand bertambah dari China, Indonesia, bahkan Hong Kong. Sebagai pembanding, pada bulan Juli kita jual 10 juta dolar Australia, sekarang hingga semalam di bulan Oktober ada 30 juta dolar," jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :