Analis Wanti-Wanti, Jangan Jorjoran Borong Saham BRIS

Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:42 WIB
loading...
Analis Wanti-Wanti,...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Belakangan investor tampak aktif memborong saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) . Aksi itu dipicu oleh sentimen positif dari merger bank syariah miliki BUMN.

Dari pantauan yang dilakukan, Jakarta, Rabu (14/10/2020), saham BRIS hari ini ditutup menguat Rp280 atau 24,89% ke Rp1.405. Namun, itu patut diwaspadai oleh para investor dalam menggelontorkan dananya ke saham tersebut. ( Baca jugaErick Thohir Jamin Tidak Ada PHK Usai 3 Bank Syariah BUMN Dilebur )

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menilai kenaikan yang dialami BRIS hanya imbas dari efek kejut yang ditunjukan para investor atas merger bank syariah. Tapi, bila dilihat dari jangka panjang atau hingga tahun 2021, prospek itu masih belum bisa diprediksi.

"Trader-trader memanfaatkan kesempatan ini. Kan bisa aja kenaikan tersebut enggak akan sustain," kata Reza kepada Rabu (14/20/2020).

Dia menilai pertumbuhan saham itu tak akan terjadi terlalu lama, karena bergantung dari pemberitaan merger ketiga bank tersebut. "Jadi, boleh dibilang, kenaikan yang terjadi merupakan kenaikan karena reaksi sesaat dari pelaku pasar dan seberapa cepat realisasi atas pemberitaan," katanya. ( Baca juga:Bank Syariah BUMN Dilebur, BRIS Ditetapkan Sebagai Penampung )

Menurut dia, pelaku pasar harus lebih cermat lagi bila mengambil BRIS sebagai investasi jangka panjang. "Yang jelas, setelah merger dilakukan harus kita cek kembali bagaimana pengaruhnya ke kinerja mereka, baik dari sisi lending kredit, pertumbuhan pendapatan, dan kinerja-kinerja lainnnya," ujarnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tekanan IHSG Belum Usai,...
Tekanan IHSG Belum Usai, Pekan Depan Diprediksi Ambles Menguji Area 5.899
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Koreksi ke 6.510, Tertekan Rebalancing MSCI
IHSG Diramal Masih Rentan...
IHSG Diramal Masih Rentan Koreksi, Bakal Menguji 6.983-7.009
Cara Mencari Rekomendasi...
Cara Mencari Rekomendasi Saham untuk Trading Harian
IHSG Oversold! Jangan...
IHSG Oversold! Jangan Panik, Bursa Pekan Ini Diproyeksi MengujiĀ 7.100-7.150
IHSG Berbalik Arah Rebound...
IHSG Berbalik Arah Rebound 6,14%, Cek Penopang dan Proyeksinya Pekan Ini
BSI Napas Baru Ekonomi...
BSI Napas Baru Ekonomi Syariah
PW Muhammadiyah Jatim...
PW Muhammadiyah Jatim Siap-siap Tarik Uang Kas dari Bank Syariah Indonesia
Tiga Bank Syariah Satukan...
Tiga Bank Syariah Satukan Kekuatan
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved