Tumben Neraca Dagang Untung Terus, Tanda RI Resesi?
Kamis, 15 Oktober 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
Disisi impor yang perlu menjadi perhatian adalah penurunan impor barang konsumsi baik secara bulanan sebesar -6,12% maupun secara kumulatif dari Januari-september 2020 sebesar -9,36%. Penyebab utama menurunnya impor barang konsumsi karena masyarakat kelas menengah ke atas cenderung menunda belanja dan memperbanyak simpanan. Sementara meningkatnya angka PHK akibat pandemi membuat daya beli kelas pekerja semakin turun.
Hal ini juga dipengaruhi oleh belum efektifnya stimulus PEN dalam memicu perbaikan daya beli masyarakat. Penanganan pandemi yang kurang optimal juga membuat keyakinan masyarakat untuk berbelanja masih rendah. "Jadi dapat disimpulkan surplus yang berturut turut merupakan indikasi ekonomi Indonesia masih menghadapi kontraksi ekonomi yang dalam," tandasnya.
Simak Video: Indonesia Diprediksi Segera Masuk ke Jurang Resesi Tahun Ini
Disisi impor yang perlu menjadi perhatian adalah penurunan impor barang konsumsi baik secara bulanan sebesar -6,12% maupun secara kumulatif dari Januari-september 2020 sebesar -9,36%. Penyebab utama menurunnya impor barang konsumsi karena masyarakat kelas menengah ke atas cenderung menunda belanja dan memperbanyak simpanan. Sementara meningkatnya angka PHK akibat pandemi membuat daya beli kelas pekerja semakin turun.
Hal ini juga dipengaruhi oleh belum efektifnya stimulus PEN dalam memicu perbaikan daya beli masyarakat. Penanganan pandemi yang kurang optimal juga membuat keyakinan masyarakat untuk berbelanja masih rendah. "Jadi dapat disimpulkan surplus yang berturut turut merupakan indikasi ekonomi Indonesia masih menghadapi kontraksi ekonomi yang dalam," tandasnya.
Simak Video: Indonesia Diprediksi Segera Masuk ke Jurang Resesi Tahun Ini
(nng)
Lihat Juga :