Jeritan Pilu Pengusaha Mal: Masyarakat Ogah Nongki-Nongki Lagi

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 17:27 WIB
loading...
Jeritan Pilu Pengusaha...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut saat ini durasi kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan (mal) berkurang 50% jika dibandingkan kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 .

"Durasi kunjungan ke mal berkurang 50% dari kondisi normal. Bila sebelum pandemi setidaknya setiap pengunjung menghabiskan waktu 2-3 jam, kini hanya 1-1,5 jam saja," ujar Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja dalam telekonfrensi, Jumat (16/10/2020). ( Baca juga: Pak Jokowi! Pedagang di Mal Minta Pajaknya Dibebaskan )

Dia menjelaskan, durasi kunjungan memang terdorong dari sejumlah fasilitas mal yang tutup, misalnya bioskop. "Jadi utamanya pengunjung datang hanya untuk belanja kebutuhan sehari-hari dan segera pulang," ungkap dia.



Kemudian, lanjut dia, tantangan pengusaha mal pada pandemi saat ini yakni penurunan okupansi mal karena banyak tenant yang memilih tak memperpanjang masa sewa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Bayar PBB-P2 Lebih Awal,...
Bayar PBB-P2 Lebih Awal, Warga Jakarta Bisa Dapat Manfaat Lebih Besar
Bayar Pajak Daerah di...
Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran
Kendaraan Listrik Tak...
Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, Ini Langkah yang Disiapkan DKI Jakarta
3 Investor Baru IKN...
3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga
Pappajack Soft Opening,...
Pappajack Soft Opening, Momentum DADA Perkuat Portofolio Properti Komersial
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Rekomendasi
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved