Waspada Kena Prank, IHSG Bisa Ambruk Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2020 - 05:15 WIB
loading...
Waspada Kena Prank,...
Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi sentimen IHSG hingga akhir tahun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketidakpastian ekonomi global akibat terus meningkatnya kasus Covid-19 masih menjadi sentimen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan pandemi Covid-19 masih mencatat 4.000 lebih kasus setiap harinya belum lagi ditambah gaduh demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja bisa menjadi pemicu gerak saham terjerumus di zona merah.

Tidak berhenti di situ, volatilitas global diperkirakan akan meningkat jelang pemilu AS pada November mendatang. Sejauh ini, investor asing masih melakukan jual bersih sebesar Rp12.6 triliun sejak satu bulan terakhir. Dari sisi stimulus, perbankan masih perlu merumuskan kembali strategi relaksasi agar tetap bertahan dari lonjakan kredit macet.

"Diperkirakan sampai akhir tahun IHSG akan berada di angka 4.500-5.000," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews, Minggu (18/10/2020). Baca Juga: OJK Pede Nih! IHSG Nggak Bakal Kena Prank Sampai Akhir Tahun

Terpisah, Ekonom CORE Piter Abdullah mengungkapkan IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan terutama ditopang oleh kabar baik terkait kemungkinan ketersediaan vaksin impor pada akhir tahun dan produksi vaksin awal tahun depan. "Adanya vaksin Covid-19 akan menjadi sentimen positif pasar kemudian mendorong IHSG terus meningkat," kata dia.

Baca Juga: Omnibus Law Terus Didemo, Bikin IHSG Babak Belur Lagi

Namun demikian Piter melihat masih ada ancaman koreksi yang besar apabila keyakinan akan vaksin tersebut tidak terwujud. Sehingga memunculkan kekhawatiran baru bahwa pandemi ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun depan. "Ketika Itu terjadi IHSG akan kembali terpuruk," ungkap dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved