Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai USD 133 Miliar
Senin, 19 Oktober 2020 - 16:42 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki perkembangan ekonomi internet terbesar dan tercepat di kawasan. Sementara e-commerce memiliki nilai dan pertumbuhan terbesar di antara negara kawasan seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mira Tayyiba mengungkapkan, ekonomi digital Indonesia pada 2025 bisa mencapai USD133 miliar dengan potensi ecommerce sebesar USD82 miliar, online travel sebesar USD25 miliar, online media sebesar USD9 miliar dan ride hailing sebesar USD18 miliar.
Menurut dia, kegiatan ekonomi berbasis sharing atau platform economy, khususnya e-commerce marketplace, fintech, dan ride sharing, telah menjadi penggerak dan showcase bagi ekonomi digital di Indonesia. ( Baca juga:Airlangga Sebut Ekonomi RI Sudah Mulai Siuman di Kuartal III )
"Ride sharing/on demand services menjadi solusi permasalahan perkotaan macet dan menciptakan peluang ekonomi. Sedangkan ecomerce market place membantu mengurangi asymmetric information, menciptakan peluang ekonomi, dan mendorong inovasi," kata Mira saat diskusi virtual di Jakarta, Senin (19/10/2020).
Sementara fintech, sebagai enabler bagi e-commerce dan berkontribusi kepada peningkatan inklusi keuangan. Dia membeberkan, populasi pengguna internet pada tahun 2019 sudah 180 juta orang atau 67% di mana pengguna internet aktif sebanyak 150 juta atau 56%.
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mira Tayyiba mengungkapkan, ekonomi digital Indonesia pada 2025 bisa mencapai USD133 miliar dengan potensi ecommerce sebesar USD82 miliar, online travel sebesar USD25 miliar, online media sebesar USD9 miliar dan ride hailing sebesar USD18 miliar.
Menurut dia, kegiatan ekonomi berbasis sharing atau platform economy, khususnya e-commerce marketplace, fintech, dan ride sharing, telah menjadi penggerak dan showcase bagi ekonomi digital di Indonesia. ( Baca juga:Airlangga Sebut Ekonomi RI Sudah Mulai Siuman di Kuartal III )
"Ride sharing/on demand services menjadi solusi permasalahan perkotaan macet dan menciptakan peluang ekonomi. Sedangkan ecomerce market place membantu mengurangi asymmetric information, menciptakan peluang ekonomi, dan mendorong inovasi," kata Mira saat diskusi virtual di Jakarta, Senin (19/10/2020).
Sementara fintech, sebagai enabler bagi e-commerce dan berkontribusi kepada peningkatan inklusi keuangan. Dia membeberkan, populasi pengguna internet pada tahun 2019 sudah 180 juta orang atau 67% di mana pengguna internet aktif sebanyak 150 juta atau 56%.
Lihat Juga :