Setahun Jokowi-Ma'ruf, Surplus Neraca Dagang hingga Inflasi Rendah Jadi Catatan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Inflasi yang rendah berakibat pada harga jual barang yang tidak sesuai dengan ongkos produksi dari produsen. Bahkan tidak sedikit yang menawarkan harga diskon agar stok tahun sebelumnya bisa habis terjual. "Dalam jangka panjang jika inflasi tetap rendah, maka produsen akan alami kerugian bahkan terancam berhenti beroperasi," terangnya.
(Baca Juga: Laporan Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Dari Merombak Anggaran hingga Berburu Vaksin )
Selain itu, Ia juga menilai, reformasi struktural ekonomi terhambat oleh upaya Pemerintah dan DPR untuk mempercepat revisi UU Minerba. Janji meningkatkan industri manufaktur dan nilai tambah hanya retorika, karena investasi masih berkutat di sektor SDA yang ekstraktif.
"Buktinya kontribusi industri manufaktur terus alami penurunan hingga mencapai 19,8% terhadap PDB konsisten menurun dari tahun sebelumnya. Ini menandakan fase deindustrialisasi dini terus berlanjut di era Presiden Jokowi-Maa’ruf Amin. Komitmen industrialisasi dipertanyakan," ungkapnya.
Ia menambahkan, PMI manufaktur saat ini mengalami penurunan menjadi 44.9 per kuartal ke III 2020. PMI yang berada di bawah angka 50 menunjukkan produksi manufaktur sedang mengalami penurunan atau tidak berada di level ekspansi.
(Baca Juga: Laporan Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Dari Merombak Anggaran hingga Berburu Vaksin )
Selain itu, Ia juga menilai, reformasi struktural ekonomi terhambat oleh upaya Pemerintah dan DPR untuk mempercepat revisi UU Minerba. Janji meningkatkan industri manufaktur dan nilai tambah hanya retorika, karena investasi masih berkutat di sektor SDA yang ekstraktif.
"Buktinya kontribusi industri manufaktur terus alami penurunan hingga mencapai 19,8% terhadap PDB konsisten menurun dari tahun sebelumnya. Ini menandakan fase deindustrialisasi dini terus berlanjut di era Presiden Jokowi-Maa’ruf Amin. Komitmen industrialisasi dipertanyakan," ungkapnya.
Ia menambahkan, PMI manufaktur saat ini mengalami penurunan menjadi 44.9 per kuartal ke III 2020. PMI yang berada di bawah angka 50 menunjukkan produksi manufaktur sedang mengalami penurunan atau tidak berada di level ekspansi.
(akr)
Lihat Juga :