Stimulus AS Jadi Pukulan Ganda Bagi USD, Peluang Kurs Rupiah Perkasa
Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Pelemahan USD masih berasal dari sentimen stimulus perekonomian AS yang mendekati final. Stimulus ini menjadi bahan tarik ulur antara Partai Demokrat dan Gedung Putih. Namun masih ada kekhawatiran pasar bahwa kesepakatan tidak akan tercapai sebelum pemilihan presiden 3 November meski Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat "kemajuan bagus."
(Baca Juga: Utang Luar Negeri Membengkak, Awas Tekanan Hebat ke Nilai Tukar Rupiah )
Tantangan muncul dari faksi Partai Republik di Senat setelah NBC News memberitakan bahwa pimpinan Senat Mitch McConnell dalam kaukus pada Selasa mendorong rekannya di Partai Republik menolak pengesahan stimulus karena bisa memicu perpecahan antar Republikan jelang pemilihan.
Negosiasi stimulus menghadapi jalan buntu berbulan-bulan setelah berakhirnya masa berlaku Undang-Undang stimulus pertama pada Juli. Sejak itu, pertumbuhan lapangan kerja melambat tetap belanja konsumen membaik. Namun, beberapa indikator menunjukkan dampak stimulus pertama mulai pudar, dan perlu ada paket stimulus selanjutnya.
Faksi Partai Demokrat di DPR telah meloloskan dua draf UU tetapi dipatahkan di Senat yang dikuasai Partai Republik. Terakhir, Partai Demokrat menginginkan stimulus senilai USD2,2 triliun, sedangkan Gedung Putih mengusulkan USD 1,8 triliun.
(Baca Juga: Utang Luar Negeri Membengkak, Awas Tekanan Hebat ke Nilai Tukar Rupiah )
Tantangan muncul dari faksi Partai Republik di Senat setelah NBC News memberitakan bahwa pimpinan Senat Mitch McConnell dalam kaukus pada Selasa mendorong rekannya di Partai Republik menolak pengesahan stimulus karena bisa memicu perpecahan antar Republikan jelang pemilihan.
Negosiasi stimulus menghadapi jalan buntu berbulan-bulan setelah berakhirnya masa berlaku Undang-Undang stimulus pertama pada Juli. Sejak itu, pertumbuhan lapangan kerja melambat tetap belanja konsumen membaik. Namun, beberapa indikator menunjukkan dampak stimulus pertama mulai pudar, dan perlu ada paket stimulus selanjutnya.
Faksi Partai Demokrat di DPR telah meloloskan dua draf UU tetapi dipatahkan di Senat yang dikuasai Partai Republik. Terakhir, Partai Demokrat menginginkan stimulus senilai USD2,2 triliun, sedangkan Gedung Putih mengusulkan USD 1,8 triliun.
(akr)
Lihat Juga :