Kenapa Pergantian Direksi Bank BUMN Selalu Heboh? Nih Dia Penyebabnya
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Gosip-gosip yang menyelimuti proses pemilihan direksi BUMN juga menimbulkan magnet tersendiri. Pemilihan Sigit Prastowo menjadi direktur keuangan Bank Mandiri, misalnya.
Masuknya Sigit, mantan direktur keuangan BNI, ke dalam jajaran top Bank Mandiri bisa jadi untuk menghapus kesan bahwa Bank Mandiri hanya untuk Mandirian (talenta Bank Mandiri) belaka. Selain itu juga untuk mengaburkan bahwa Mandirian merajai jabatan-jabatan penting di bank lain.
Ketika perombakan direksi BNI dilakukan pada awal September lalu, ada lima Mandirian yang "mengekspansi" BNI. Mereka adalah Royke Tumilaar, Silvano Rumantir, David Pirzada, Muhammad Iqbal, dan Novita Widya Anggraini. Tak ayal, gosip bertebaran bahwa talenta Mandiri menguasai jabatan-jabatan utama di bank lain.
Apalagi sebelumnya, Mandirian juga menguasai bank-bank BUMN lain, sebut saja misalnya Pahala Mansury yang menduduki kursi dirut BTN dan Sunarso yang menjabat dirut BRI. Kedua sosok itu juga berasal dari Bank Mandiri. Nah masuknya Sigit Prastowo asal BNI ke Mandiri seolah ingin menghapus kesan dominasi para Mandirian.
Namun, Toto Pranoto menyatakan bahwa seluruh proses pemilihan direksi BUMN dilakukan melalui mekanisme fit and proper test. Jadi hanya kandidat-kandidat terbaik saja akan didapuk. Di luar itu calon direksi dan komisaris bank BUMN juga harus lulus ujian kompetensi di OJK .
Masuknya Sigit, mantan direktur keuangan BNI, ke dalam jajaran top Bank Mandiri bisa jadi untuk menghapus kesan bahwa Bank Mandiri hanya untuk Mandirian (talenta Bank Mandiri) belaka. Selain itu juga untuk mengaburkan bahwa Mandirian merajai jabatan-jabatan penting di bank lain.
Ketika perombakan direksi BNI dilakukan pada awal September lalu, ada lima Mandirian yang "mengekspansi" BNI. Mereka adalah Royke Tumilaar, Silvano Rumantir, David Pirzada, Muhammad Iqbal, dan Novita Widya Anggraini. Tak ayal, gosip bertebaran bahwa talenta Mandiri menguasai jabatan-jabatan utama di bank lain.
Apalagi sebelumnya, Mandirian juga menguasai bank-bank BUMN lain, sebut saja misalnya Pahala Mansury yang menduduki kursi dirut BTN dan Sunarso yang menjabat dirut BRI. Kedua sosok itu juga berasal dari Bank Mandiri. Nah masuknya Sigit Prastowo asal BNI ke Mandiri seolah ingin menghapus kesan dominasi para Mandirian.
Namun, Toto Pranoto menyatakan bahwa seluruh proses pemilihan direksi BUMN dilakukan melalui mekanisme fit and proper test. Jadi hanya kandidat-kandidat terbaik saja akan didapuk. Di luar itu calon direksi dan komisaris bank BUMN juga harus lulus ujian kompetensi di OJK .
Lihat Juga :