Terungkap! Program Restrukturisasi BUMN dari Zaman Rini Soemarno hingga Erick Thohir
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Erick Thohir Angkat Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC
Selama 2015-2020, Kementerian BUMN telah melaksanakan beberapa program restrukturisasi. Berikut program restrukturisasi yang telah dijalankan selama 6 tahun terakhir ini.
Restrukturisasi di Masa Erick Thohir
Erick Thohir telah melakukan restrukturisasi di internal perseroan plat merah. Sejumlah langkah restrukturisasi tersebut diantaranya. Pertama, pemangkasan 35 BUMN dari 142. Dengan begitu, total BUMN saat ini hanya 107. Pemangkasan akan terus dilakukan hingga menyisakan 70 perusahaan saja.
Kedua, Erick berhasil menyusun klasterisasi berdasarkan value chain dan bisnis inti (core business). Totalnya ada 12 klaster dari sebelumnya 27 klaster. Masing-masing Wakil Menteri BUMN, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, membawahi enam klaster. Ketiga, pembentukan holding perusahaan sebagai pilihan restrukturisasi BUMN. Holding yang sudah terbentuk adalah holding BUMN perasuransian dan penjaminan yakni
Indonesia Financial Group (IFG). Holding BUMN Pangan ditargetkan rampung akhir 2020. Di mana, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI akan menjadi induk holding. Sementara itu, dibentuknya Holding farmasi. Erick menunjuk PT Bio Farma menjadi induk perusahaannya. Adapun holding BUMN farmasi terdiri dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).
Selama 2015-2020, Kementerian BUMN telah melaksanakan beberapa program restrukturisasi. Berikut program restrukturisasi yang telah dijalankan selama 6 tahun terakhir ini.
Restrukturisasi di Masa Erick Thohir
Erick Thohir telah melakukan restrukturisasi di internal perseroan plat merah. Sejumlah langkah restrukturisasi tersebut diantaranya. Pertama, pemangkasan 35 BUMN dari 142. Dengan begitu, total BUMN saat ini hanya 107. Pemangkasan akan terus dilakukan hingga menyisakan 70 perusahaan saja.
Kedua, Erick berhasil menyusun klasterisasi berdasarkan value chain dan bisnis inti (core business). Totalnya ada 12 klaster dari sebelumnya 27 klaster. Masing-masing Wakil Menteri BUMN, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, membawahi enam klaster. Ketiga, pembentukan holding perusahaan sebagai pilihan restrukturisasi BUMN. Holding yang sudah terbentuk adalah holding BUMN perasuransian dan penjaminan yakni
Indonesia Financial Group (IFG). Holding BUMN Pangan ditargetkan rampung akhir 2020. Di mana, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI akan menjadi induk holding. Sementara itu, dibentuknya Holding farmasi. Erick menunjuk PT Bio Farma menjadi induk perusahaannya. Adapun holding BUMN farmasi terdiri dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).
Lihat Juga :