Hebat! Diadang Pandemi, Penyaluran Kredit BCA Cuma Turun Tipis
Senin, 26 Oktober 2020 - 16:40 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Permintaan kredit di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau Bank BCA masih turut terimbas akibat pandemi Covid-19 di kuartal III-2020. Hal ini sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis.
Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada akhir September 2020, total kredit BCA tercatat sebesar Rp581,9 triliun atau turun 0,6% year on year (yoy). Pertumbuhan positif terlihat di kredit korporasi menopang penyaluran kredit BCA secara keseluruhan di tengah pelemahan kredit segmen lainnya. ( Baca juga:MNC Bank dan MNC Media Ajak Generasi Milenial Tekuni Dunia Wirausaha )
"Kredit korporasi tercatat sebesar Rp252,0 triliun, meningkat 8,6% (yoy). Sementara kredit komersial dan UKM turun 4,9% yoy menjadi Rp182,7 triliun," ujar Jahja dalam video conference, Senin (26/10/2020).
Jahja menambahkan, pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,1% yoy menjadi Rp89,3 triliun dan KKB turun 19,3% yoy menjadi Rp38,6 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,5% yoy menjadi Rp10,9 triliun. Total portofolio kredit konsumer turun 9,4% yoy menjadi Rp141,7 triliun.
"Dari total portofolio kredit, sekitar 20% atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung impelementasi ESG (enviromental, social, and governance) dan komunitas UKM," kata dia.
Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada akhir September 2020, total kredit BCA tercatat sebesar Rp581,9 triliun atau turun 0,6% year on year (yoy). Pertumbuhan positif terlihat di kredit korporasi menopang penyaluran kredit BCA secara keseluruhan di tengah pelemahan kredit segmen lainnya. ( Baca juga:MNC Bank dan MNC Media Ajak Generasi Milenial Tekuni Dunia Wirausaha )
"Kredit korporasi tercatat sebesar Rp252,0 triliun, meningkat 8,6% (yoy). Sementara kredit komersial dan UKM turun 4,9% yoy menjadi Rp182,7 triliun," ujar Jahja dalam video conference, Senin (26/10/2020).
Jahja menambahkan, pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,1% yoy menjadi Rp89,3 triliun dan KKB turun 19,3% yoy menjadi Rp38,6 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,5% yoy menjadi Rp10,9 triliun. Total portofolio kredit konsumer turun 9,4% yoy menjadi Rp141,7 triliun.
"Dari total portofolio kredit, sekitar 20% atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung impelementasi ESG (enviromental, social, and governance) dan komunitas UKM," kata dia.
Lihat Juga :