Pandemi Covid-19 Jadi Motor Penggerak Transformasi Digital UMKM
Senin, 26 Oktober 2020 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
Melalui Gernas BBI, pemerintah memberikan stimulus kepada UMKM dan ultramikro sekitar Rp 123 triliun dari total anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 607 triliun. Dana ini direalisasikan dalam bentuk subsidi bunga, jaminan kredit, relaksasi pajak, dan bantuan produktif kepada UMKM terdampak pandemi.
Mira Tayyiba selaku Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kreativitas dan SDM Kemenko Perekonomian berpendapat, bagaimanapun keberhasilan Gernas BBI ditentukan peran aktif UMKM dan masyarakat untuk mendukung produk lokal.
“BBI ini realisasi dari dua agenda besar pemerintah, yaitu pemulihan perekonomian nasional dan transformasi digital. Kurang dari 5 bulan sejak Mei 2020, Gernas BBI membantu 2,3 juta UMKM pindah dari offline ke online. Ini melampaui target sebenarnya sebanyak 2 juta UMKM,” ujar Mira.
(Baca Juga: Perlu Kebijakan Data Tepat untuk Kembangkan Eksosistem Ekonomi Digital Indonesia )
Dia juga mengutarakan, bertolak dari pencapaian saat ini, target UMKM online melalui Gernas BBI dipatok mencapai 3,5 juta hingga pengujung 2020. Jika ini tercapai akan menambah semakin banyak jumlah UMKM go digital yang kini berkisar 10 juta pelaku usaha, angka yang relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM nasional sebanyak 64 juta.
Pemerintah dalam hal ini Kemenko Perekonomian menyadari, semakin banyak UMKM go digital bukan lantas menyelesaikan permasalahan yang ada. Proses ini justru menghadirkan tantangan baru, yakni bagaimana agar mereka yang sudah berjualan secara daring mampu bertahan bahkan berkembang.
Mira Tayyiba selaku Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kreativitas dan SDM Kemenko Perekonomian berpendapat, bagaimanapun keberhasilan Gernas BBI ditentukan peran aktif UMKM dan masyarakat untuk mendukung produk lokal.
“BBI ini realisasi dari dua agenda besar pemerintah, yaitu pemulihan perekonomian nasional dan transformasi digital. Kurang dari 5 bulan sejak Mei 2020, Gernas BBI membantu 2,3 juta UMKM pindah dari offline ke online. Ini melampaui target sebenarnya sebanyak 2 juta UMKM,” ujar Mira.
(Baca Juga: Perlu Kebijakan Data Tepat untuk Kembangkan Eksosistem Ekonomi Digital Indonesia )
Dia juga mengutarakan, bertolak dari pencapaian saat ini, target UMKM online melalui Gernas BBI dipatok mencapai 3,5 juta hingga pengujung 2020. Jika ini tercapai akan menambah semakin banyak jumlah UMKM go digital yang kini berkisar 10 juta pelaku usaha, angka yang relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM nasional sebanyak 64 juta.
Pemerintah dalam hal ini Kemenko Perekonomian menyadari, semakin banyak UMKM go digital bukan lantas menyelesaikan permasalahan yang ada. Proses ini justru menghadirkan tantangan baru, yakni bagaimana agar mereka yang sudah berjualan secara daring mampu bertahan bahkan berkembang.
Lihat Juga :