Pembangunan Jurassic Park, Menteri PUPR: Tak Akan Mengganggu Komodo
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini penataan Pulau Rinca tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang. Untuk keselamatan pekerja dan perlindungan terhadap satwa komodo, telah dilakukan pemagaran pada kantor direksi, bedeng pekerja, material, lokasi pembesian, pusat informasi, dan penginapan ranger.
“Kami selalu didampingi ranger dari Balai Taman Nasional Komodo, sehingga proses pembangunan prasarana dan sarana tidak merusak atau mengganggu habitat komodo ,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo. (Baca juga: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, RI-AS Kian Mesra)
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno memastikan pengembangan Jurassic Park tersebut tidak berdampak negatif terhadap habitat satwa, khususnya komodo.
“Saat ini pembangunan sarana prasarana sudah 30% dan ditargetkan selesai pada Juni 2021 nanti. Akhir pekan ini saya berangkat ke sana untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai prosedur. Kita harus bicara berdasarkan fakta di lapangan,” ujar Wiratno di Jakarta, Rabu (28/10).
Dalam pembangunan pihaknya memiliki protokol seperti memeriksa keberadaan komodo di lokasi bangunan dan kolong kendaraan. Bila ada komodo melintas, maka kendaraan harus berhenti.
Menurutnya, jalur lalu lintas komodo tidak pernah berubah. “Kami menggunakan alat berat karena tidak mungkin material diangkut manusia. Setiap hari kita pastikan dulu tidak ada komodo di kolong bangunan atau bawah kendaraan sebelum beroperasi,” ujarnya. (Baca juga: SMA Double Track Terobosan Jatim untuk tekan Pengangguran)
“Kami selalu didampingi ranger dari Balai Taman Nasional Komodo, sehingga proses pembangunan prasarana dan sarana tidak merusak atau mengganggu habitat komodo ,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo. (Baca juga: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, RI-AS Kian Mesra)
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno memastikan pengembangan Jurassic Park tersebut tidak berdampak negatif terhadap habitat satwa, khususnya komodo.
“Saat ini pembangunan sarana prasarana sudah 30% dan ditargetkan selesai pada Juni 2021 nanti. Akhir pekan ini saya berangkat ke sana untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai prosedur. Kita harus bicara berdasarkan fakta di lapangan,” ujar Wiratno di Jakarta, Rabu (28/10).
Dalam pembangunan pihaknya memiliki protokol seperti memeriksa keberadaan komodo di lokasi bangunan dan kolong kendaraan. Bila ada komodo melintas, maka kendaraan harus berhenti.
Menurutnya, jalur lalu lintas komodo tidak pernah berubah. “Kami menggunakan alat berat karena tidak mungkin material diangkut manusia. Setiap hari kita pastikan dulu tidak ada komodo di kolong bangunan atau bawah kendaraan sebelum beroperasi,” ujarnya. (Baca juga: SMA Double Track Terobosan Jatim untuk tekan Pengangguran)
Lihat Juga :