Duh! Resesi Ekonomi RI Memang Nggak Parah, Tapi Lama Sembuhnya

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:38 WIB
loading...
Duh! Resesi Ekonomi...
Resesi ekonomi diprediksi tidak parah tapi akan berlangsung lama. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda menandaskan bahwa resesi ekonomi RI memang tidak parah tapi akan berlangsung lama. Menurut dia Indonesia akan sulit mentas dari resesi karaena program pemulihan ekonomi tidak optimal. "Tidak parah, tapi resesi ekonomi RI akan berlangsung lama," ujar dia saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (30/10/2020).

Baca Juga: Hati-Hati! Pulang Liburan Pasar Modal Hadapi Resesi

Dia menegaskan apabila resesi berlangsung lama maka dampaknya angka kemiskinan akan terus meningkat. Pasalnya dampak resesi akibat merosotnya Produk Domestik Bruto (PDB) karena terjadi penurunan produksi secara besar-besaran. "Penurunan ini tentu menyebabkan tenaga kerja berkurang, pengangguran meningkat. Dampaknya adalah kemiskinan meningkat," tandasnya.

Baca Juga: Pak Jokowi! Jika Ingin Ekonomi Meroket Naikkan Gaji Buruh

Pihaknya mendorong agar program-program pemulihan ekonomi dievaluasi dan dioptimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan produksi baran dan jasa di dalam negeri. "Jika ada pertumbuhan produksi tentu membutuhkan tambahan tenaga kerja. Dampaknya pada penurunan kemiskinan," jelasnya.

Simak Video: RI Segera Masuk ke Jurang Resesi

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Rekomendasi
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Netizen Jepang Tuding...
Netizen Jepang Tuding BTS Diperlakuan Khusus FIFA di Piala Dunia 2026
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved