PLN Bukukan Penjualan Listrik di Tengah Pandemi Sebesar Rp205 Triliun
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 23:35 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh pada kuartal III 2020. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 0,6% dari 180.570 GWh pada periode yang sama 2019. ( Baca juga:Disuntik Sri Mulyani Rp5 Triliun, PLN Nggak Demam Lagi? )
Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, pembukuan ini menjadikan penjualan tenaga listrik PLN hingga September tahun ini mencapai sebesar Rp205,1 triliun atau bertumbuh 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Meski di tengah pandemi Covid-19 , PLN masih membukukan penjualan tenaga listrik sebesar Rp202,7 triliun. Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017," ujar Agung dari data yang diberikan kepada MNC News Portal, Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Secara keseluruhan, selama kuartal III tahun ini, perseroan pelat merah itu mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp212,2 triliun meningkat sebesar 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp209,3 triliun.
Agung menyebut, peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertumbuhan jumlah pelanggan perseroan menjadi sebanyak 77,9 juta hingga 30 September 2020 atau meningkat sebesar 3,4 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 sebesar 74,5 juta pelanggan. Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian serta industri UMKM ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif.
Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, pembukuan ini menjadikan penjualan tenaga listrik PLN hingga September tahun ini mencapai sebesar Rp205,1 triliun atau bertumbuh 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Meski di tengah pandemi Covid-19 , PLN masih membukukan penjualan tenaga listrik sebesar Rp202,7 triliun. Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017," ujar Agung dari data yang diberikan kepada MNC News Portal, Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Secara keseluruhan, selama kuartal III tahun ini, perseroan pelat merah itu mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp212,2 triliun meningkat sebesar 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp209,3 triliun.
Agung menyebut, peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertumbuhan jumlah pelanggan perseroan menjadi sebanyak 77,9 juta hingga 30 September 2020 atau meningkat sebesar 3,4 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 sebesar 74,5 juta pelanggan. Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian serta industri UMKM ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif.
Lihat Juga :