Bagi Kuenya ke BUMN, Giliran Resesi Minta Bantu Swasta Rp1000 Triliun

Kamis, 05 November 2020 - 07:00 WIB
loading...
Bagi Kuenya ke BUMN,...
Pemerintah minta swasta bantu pulihkan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Peneliti Indef Nailul Huda menyayangkan permintaan pemerintah kepada swasta untuk membantu pemulihan ekonomi . Pasalnya, saat kondisi senang banyak proyek pemerintah yang diberikan ke BUMN sedangkan sektor swasta dianggap anak tiri.

"Kita ambil contoh proyek infrastruktur itu selalu dipegang oleh BUMN, swasta tidak kebagian proyek tol, jembatan itu banyak dikerjakan oleh BUMN seperti Adhikarya, Hutama Karya. Kuenya bagi-bagi ke BUMN doang jadinya," tandas dia, di Jakarta, Rabu (5/11/2020).

Baca Juga: RI Mau Resesi, Pemerintah Minta 'Bantuan' Rp1.000 Triliun Swasta

Menurut dia kondisi krisis seperti saat ini sudah seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah. Ke depan proyek-proyek strategis yang sdang dijalankan pemerintah seharusnya diberikan porsi yang sama kepada swasta tidak hanya diberikan ke BUMN. Dengan demikian, di saat ekonomi sedang terpukul pemerintah, BUMN dan swasta gotong royong bergandeng tangan bersama-sama memulihkan ekonomi. "Padahal yang paling penting adalah keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur, SDM hingga kesehatan nasional," kata dia.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan swasta jelas memang paling besar kontribusinya untuk memulihkan ekonomi. Namun demikian kondisi saat ini swasta juga mengalami kesulitan. Pada dasarnya rogram pemulihan ekonomi bukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi melainkan untuk meningkatkan ketahanan perekonomian, ketahanan masyarakat dan dunia usaha.

"Saya melihat Alokasi program PEN adalah untuk tujuan tersebut. Dalam jangka pendek selama pandemi ini masih berlangsung ukuran efektivitas program PEN bukan dalam bentuk kenaikan pertumbuhan ekonomi tetapi dari ketahanan pelaku ekonomi sehingga bisa bangkit ketika pandemi berakhir," kata dia.

Baca Juga: Bos Garuda: Tak Hanya Penumpang, Pilot hingga Pramugari Ikut Rebutan Naik Pesawat Bermasker

Namun menurut dia, keterlibatan swasta terutama UMKM dalam hal pengadaan di instansi pemerintahan terbentur oleh berbagai aturan pengadaan seperti pengalaman usaha, harga dan lain sebagainya. Maka dari itu, pemerintah setidaknya jangan mempersulit proses pengadaan. "Karena spesifikasi nya kadang dibuat untuk menguntungkan pihak tertentu," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin meminta bantuan kepada pihak swasta untuk bergerak guna memulihkan perekonomian. "Sebagian besar tetap bergantung ke temen-temen di swasta," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD,...
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD, Indonesia Punya Pengalaman Hindari Jurang Resesi
Menkeu Purbaya Tepis...
Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Ekonomi Suram, Gelombang...
Ekonomi Suram, Gelombang Unjuk Rasa Banyak Terjadi di China
Rekomendasi
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved