Di Tengah Resesi Pemerintah Diminta Perbanyak Bagi-Bagi Duit

Kamis, 05 November 2020 - 12:16 WIB
loading...
Di Tengah Resesi Pemerintah...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49%. Itu berarti Indonesia resmi resesi . Ekonomi Indonesia pada kuartal III ini minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019. ( Baca juga:Indonesia Resmi Resesi, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2020 Minus 3,49% )

Peneliti Indef Nailul Huda sudah memprediksi Indonesia akan resmi mengalami resesi pada triwulan III 2020. Meski demikian menurutnya, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemerintah.

Berada dalam kondisi resesi, pemerintah perlu bekerja keras untuk menggenjot beberapa sektor pengeluaran untuk dapat menyelematkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.

"Meskipun saya rasa masih akan tumbuh minus pada kuartal IV. Salah satu yang perlu digenjot utamanya adalah konsumsi rumah tangga lewat pemberian bantuan tunai bagi masyarakat terdampak pandemi," katanya saat dihubugi di Jakarta, Kamis (5/11/2020). Bantuan secara tunai bisa lebih berpotensi mendatangkan multiplier effect bagi perekonomian secara luas.

Namun demikian menurut dia pertumbuhan ekonomi belum tentu membaik pada awal tahun depan. Hal ini lantaran fokus pemerintah yg nampaknya terpecah ke ekonomi dan kesehatan. ( Baca juga:Pendukung Trump Serbu Vote Centre Michigan: Stop Penghitungan! )

"Menurut saya pribadi, sudah sebaiknya pemerintah mengedepankan permasalahan di bidang kesehatan," ujar dia. Jika permasalahan pandemi sudah selesai setidaknya penularan sudah bisa dikendalikan maka konsumsi masyarakat menengah otomatis akan meningkat. Selain itu, masyarakat menengah ke bawah juga bisa berkegiatan secara lebih leluasa.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Ini Pendorong Ekonomi...
Ini Pendorong Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved