Janda Bolong Jadi Berkah Bagi Penjual Bunga Saat Pandemi

Sabtu, 07 November 2020 - 06:06 WIB
loading...
A A A
"Pupuk organik ini unsurnya tanah, sekam padi dan kotoran sapi. Untuk tanahnya didatangkan dari Alahan Panjang, Solok Selatan," katanya.

Menurut Yeni, produk tanah ini menjadi yang paling laris sejak pandemi, di mana dia bisa menjual tanah sebanyak 60 karung dalam sehari. "Kalau dibanding bunga janda bolong ini, tanah ini yang paling laris dibeli," terangnya.

Ada 14 orang yang menjual tanaman di jalan Khatib Sulaiman dan semuanya warga setempat. Item paling laris selain janda bolong adalah tanah, kemudian rak bunga, serta tanaman cocor bebek.

Simak Video:

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Kunjungi Pasar...
Mentan Kunjungi Pasar Tanama Hias di Bogor
Batik Janda Bolong Banjir...
Batik Janda Bolong Banjir Pesanan
Pedagang Tanaman Hias...
Pedagang Tanaman Hias Raup Untung Ditengah Pandemi Covid-19
Rekomendasi
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved