Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi PLN Raih Marketing Sustainibility Brand Award
Sabtu, 07 November 2020 - 14:21 WIB
loading...
PLN meraih penghargaan Marketing Sustainibility Brand (MSB) atas program Gerakan Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PLN meraih penghargaan Marketing Sustainibility Brand (MSB) pada ajang Marketeers iClub, yang digelar oleh MarkPlus. Inc dan Marketeers secara daring pada Jumat (6/11). Penghargaan tersebut diberikan kepada PLN atas program Gerakan Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi .
Pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia membawa dampak besar pada pertumbuhan ekonomi dan kehidupan manusia. Namun di tengah tantangan tersebut, masih banyak perusahaan di Indonesia yang mampu dengan cepat beradaptasi dan berinovasi mengubah strategi guna mempertahankan bisnisnya tetap tumbuh.
(Baca Juga: Kabar Baik! Tahun Depan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik )
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril menyampaikan, bahwa program Gerakan Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi hadir sebagai upaya PLN mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal.
“Perlu kita ketahui, elpiji yang kita konsumsi sebagian besar memang masih impor, sementara listrik adalah energi berbasis lokal. Kami targetkan subsidi elpiji dalam lima tahun akan turun sekitar Rp 4,8 triliun,” ucap Bob.
Pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia membawa dampak besar pada pertumbuhan ekonomi dan kehidupan manusia. Namun di tengah tantangan tersebut, masih banyak perusahaan di Indonesia yang mampu dengan cepat beradaptasi dan berinovasi mengubah strategi guna mempertahankan bisnisnya tetap tumbuh.
(Baca Juga: Kabar Baik! Tahun Depan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik )
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril menyampaikan, bahwa program Gerakan Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi hadir sebagai upaya PLN mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal.
“Perlu kita ketahui, elpiji yang kita konsumsi sebagian besar memang masih impor, sementara listrik adalah energi berbasis lokal. Kami targetkan subsidi elpiji dalam lima tahun akan turun sekitar Rp 4,8 triliun,” ucap Bob.
Lihat Juga :