Awan Gelap Masih Menyelimuti Pemulihan Ekonomi Nasional
Senin, 09 November 2020 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
"Pelambatan pemulihan ekonomi selain disebabkan masih tingginya kasus covid-19 dengan kasus harian diatas 3.000 kasus/hari selama Triwulan III, juga tidak bergeraknya investasi masyarakat, lambatnya penanganan Covid, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi yang rendah hingga konsumsi masyarakat yang masih stagnan," katanya.
(Baca Juga: Ekonom: Resesi Tak Selamanya Berujung Krisis )
Tidak efektifnya bantuan sosial menopang konsumsi masyarakat. Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari 176,38 triliun rupiah telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020.
"Ketidakefekektifan program ini banyak disebabkan tidak tepat sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung, besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," bebernya.
(Baca Juga: Ekonom: Resesi Tak Selamanya Berujung Krisis )
Tidak efektifnya bantuan sosial menopang konsumsi masyarakat. Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari 176,38 triliun rupiah telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020.
"Ketidakefekektifan program ini banyak disebabkan tidak tepat sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung, besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :