Masuk Resesi, Lonjakan Pengangguran Jadi Kekhawatiran
Senin, 09 November 2020 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, dampak terbesar sesungguhnya berada pada kategori setengah pengangguran, yakni penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu) dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
"Perkembangannya jauh memburuk dari 6,42% (Agustus 2019) menjadi 10,19% (Agustus 2020) atau dengan kata lain peningkatan setengah pengangguran naik sebesar 58,72%," katanya.
(Baca Juga: Pengangguran Meledak, Stafsus Menkeu Berbagi Jurus Mengatasinya)
Selain itu, masih terkontraksinya konsumsi dan tidak cukup mendorong pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan terbesar tercatat masih mengalami kontraksi meskipun lebih baik jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga -4,04% (yoy) maka jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan natural (natural rate growth) pada kuartal yang sama masih berada pada -9,04%," katanya.
"Perkembangannya jauh memburuk dari 6,42% (Agustus 2019) menjadi 10,19% (Agustus 2020) atau dengan kata lain peningkatan setengah pengangguran naik sebesar 58,72%," katanya.
(Baca Juga: Pengangguran Meledak, Stafsus Menkeu Berbagi Jurus Mengatasinya)
Selain itu, masih terkontraksinya konsumsi dan tidak cukup mendorong pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan terbesar tercatat masih mengalami kontraksi meskipun lebih baik jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga -4,04% (yoy) maka jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan natural (natural rate growth) pada kuartal yang sama masih berada pada -9,04%," katanya.
(fai)
Lihat Juga :