Terbaek! Surplus Neraca Perdagangan Paling Tinggi Sejak 2012

Senin, 09 November 2020 - 16:16 WIB
loading...
Terbaek! Surplus Neraca...
Surplus neraca perdagangan Januari-September 2020 disebut sebagai yang tertinggi sejak tahun 2012 lalu. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 menjadi yang tertinggi sejak 2012. Secara kumulatif, neraca dagang Januari-September mencatatkan surplus USD13,5 miliar dolar.

"Ini neraca perdagangan melampaui tahun 2017 dan merupakan capaian tertinggi sejak 2012," kata Agus melalui konferensi pers BNPB secara virtual, Senin (9/11/2020).

(Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Sinyal Positif di Tengah Tekanan Ekonomi)

Meski terjadi defisit pada periode Januari-April 2020, namun pada Mei-September surplus perdagangan meningkat. Agus menyebut terjadi kenaikan ekspor di bulan September 2020 yang berimbas pada surplusnya neraca perdagangan. Kenaikan ekspor Indonesia juga tidak lepas dari perekonomian negara lain yang sudah mulai pulih.

"Peningkatan nilai ekspor baja karena meningkatnya permintaan dari China dan Malaysia karena mulai pulihnya industri di negara tersebut. Sementara peningkatan ekspor diakibatkan karena naiknya harga CPO di pasar internasinal dari China dan India," katanya.

Saat ini, kata dia, ada lima komoditas yang banyak diincar oleh pasar ekspor yakni besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati, kendaraan beserta suku cadangnya, mesin dan perlengakapn elektrik, lalu plastik dan barang plastik.

(Baca Juga: 2 Komoditas Ini Bikin Perdagangan RI Surplus Tertinggi dalam 5 tahun)

Kelima produk tersebut punya pangsa ekspor ke 34,02% dari total ekspor non-migas Indonesia pada September 2020. "Dan mencatat peningkatan kumulatif sebesar USD0,7 miliar," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved