Industri Properti Bertumbuh, Pengembang Terus Hadirkan Produk Baru
Rabu, 11 November 2020 - 09:35 WIB
loading...
Di tengah krisis ekonomi saat ini, para pengembang terus menghadirkan produk properti bagi masyarakat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Industri properti di Tanah Air diperkirakan mulai booming pada awal tahun depan. Alasannya, di tengah krisis ekonomi saat ini, para pengembang terus menghadirkan produk properti bagi masyarakat.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan, dibandingkan negara lain, kondisi Indonesia sesungguhnya memiliki fundamental yang cukup bagus. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua kuartal terakhir di 2020 masih negatif, itu masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang memperlihatkan pertumbuhan negatif yang sangat tinggi. (Baca: Subhahanallah! Shalat tepat Waktu Berpengaruh Terhadap Kesuksesan)
“Properti adalah salah satu tolok ukur bergeraknya roda ekonomi. Melihat komitmen pengembang seperti Agung Podomoro dan respons besar konsumen Jawa Barat untuk tetap membeli properti saat pandemi, ini hal yang sangat positif dan membuat optimistis,” kata Ali.
Inflasi Indonesia masih sangat terjaga dan tren suku bunga relatif menurun. Itu sebabnya, dapat dipercaya bahwa pengalaman China yang berhasil bangkit dari pandemi dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah positif sebesar 3,2% dapat diikuti Indonesia.
“Strategi Agung Podomoro untuk tetap ngegas di Jawa Barat bisa semakin mempercepat recovery ekonomi wilayah ini. Karena itu, semestinya harus didukung penuh oleh pemerintah daerah,” ujar Ali.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan, dibandingkan negara lain, kondisi Indonesia sesungguhnya memiliki fundamental yang cukup bagus. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua kuartal terakhir di 2020 masih negatif, itu masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang memperlihatkan pertumbuhan negatif yang sangat tinggi. (Baca: Subhahanallah! Shalat tepat Waktu Berpengaruh Terhadap Kesuksesan)
“Properti adalah salah satu tolok ukur bergeraknya roda ekonomi. Melihat komitmen pengembang seperti Agung Podomoro dan respons besar konsumen Jawa Barat untuk tetap membeli properti saat pandemi, ini hal yang sangat positif dan membuat optimistis,” kata Ali.
Inflasi Indonesia masih sangat terjaga dan tren suku bunga relatif menurun. Itu sebabnya, dapat dipercaya bahwa pengalaman China yang berhasil bangkit dari pandemi dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah positif sebesar 3,2% dapat diikuti Indonesia.
“Strategi Agung Podomoro untuk tetap ngegas di Jawa Barat bisa semakin mempercepat recovery ekonomi wilayah ini. Karena itu, semestinya harus didukung penuh oleh pemerintah daerah,” ujar Ali.
Lihat Juga :