Mantan Jubir Anies-Sandi Kecewa Tata Kelola BUMD, Jangan untuk Bagi-bagi 'Kue'
Jum'at, 13 November 2020 - 13:52 WIB
loading...
Mantan Juru Bicara (Jubir) Anies-Sandi, Anggawira mengaku, kecewa dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia meminta, agar BUMD tidak untuk membagi-bagi kekuasaan, menghidupi tim sukses. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) Anies-Sandi, Anggawira mengaku, kecewa dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) . Ia meminta, agar BUMD dikelola sesuai secara profesional guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, masih terdapat BUMD yang belum mampu berkontribusi terhadap penerimaan daerah.
"Pengelolaan BUMD harus dikelola secara profesional atau sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik. Saya berharap, BUMD-BUMD yang dimiliki oleh daerah khususnya di Provinsi DKI Jakarta didorong dan dikelola secara baik," ujar Anggawira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
(Baca Juga: Pengusaha Muda: UU Cipta Kerja Bisa Bawa RI Keluar dari Jebakan )
Ia menyebutkan, BUMD salah satu tujuan utama kehadiran BUMD ialah menjadi kontributor PAD. Pengelolaan BUMD, katanya, harus didasarkan atas tata kelola perusahaan yang baik, yaitu yang didasarkan atas yang pertama tentunya kaitannya dengan transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran.
"Salah satunya saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk drop tiga tahun terakhir. Ancol itu salah satu komisarisnya banyak urus-urus politik, lebih baik fokus dalam mencari terobosan-terobosan untuk pengelolaan BUMD," tegasnya.
"Pengelolaan BUMD harus dikelola secara profesional atau sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik. Saya berharap, BUMD-BUMD yang dimiliki oleh daerah khususnya di Provinsi DKI Jakarta didorong dan dikelola secara baik," ujar Anggawira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
(Baca Juga: Pengusaha Muda: UU Cipta Kerja Bisa Bawa RI Keluar dari Jebakan )
Ia menyebutkan, BUMD salah satu tujuan utama kehadiran BUMD ialah menjadi kontributor PAD. Pengelolaan BUMD, katanya, harus didasarkan atas tata kelola perusahaan yang baik, yaitu yang didasarkan atas yang pertama tentunya kaitannya dengan transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran.
"Salah satunya saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk drop tiga tahun terakhir. Ancol itu salah satu komisarisnya banyak urus-urus politik, lebih baik fokus dalam mencari terobosan-terobosan untuk pengelolaan BUMD," tegasnya.
Lihat Juga :