Menlu Retno: RI Masih Buka Peluang Negara Lain Ikut RCEP
Senin, 16 November 2020 - 07:00 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo di Jakarta, Kamis (29/10/2020). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada hari ini Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) resmi ditandatangani 15 negara. Diantaranya Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Australia, China, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa RCEP merupakan inisiatif Indonesia saat menjadi ketua ASEAN dan disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN bulan Nov 2011.“Perundingan pertama dimulai Maret 2013 dan Indonesia bertindak sebagai Chair RCEP Negotiation. RCEP diharapkan dapat menciptakan kondisi kondusif dan kompetitif bagi ekonomi di kawasan Indo-Pacific,” katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP
Menurutnya hari ini merupakan hari bersejarah dengan ditandatanganinya RCEP. Retno mengatakan sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada KTT RCEP bahwa hal ini melalui proses yang tidak mudah.
“Membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk bisa menyelesaikan perundingan ini. Dan penandatanganan ini menandai kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme. Ini juga menandai komitmen kita terhadap prinsip-prinsip perdagangan multilateral yang terbuka adil dan menguntungkan semua,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa RCEP merupakan inisiatif Indonesia saat menjadi ketua ASEAN dan disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN bulan Nov 2011.“Perundingan pertama dimulai Maret 2013 dan Indonesia bertindak sebagai Chair RCEP Negotiation. RCEP diharapkan dapat menciptakan kondisi kondusif dan kompetitif bagi ekonomi di kawasan Indo-Pacific,” katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP
Menurutnya hari ini merupakan hari bersejarah dengan ditandatanganinya RCEP. Retno mengatakan sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada KTT RCEP bahwa hal ini melalui proses yang tidak mudah.
“Membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk bisa menyelesaikan perundingan ini. Dan penandatanganan ini menandai kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme. Ini juga menandai komitmen kita terhadap prinsip-prinsip perdagangan multilateral yang terbuka adil dan menguntungkan semua,” ujarnya.
Lihat Juga :