Bye Bye Strategi Bakar Uang, Gojek Dinilai Berhasil Usai Cetak Marjin Positif

Senin, 16 November 2020 - 14:39 WIB
loading...
Bye Bye Strategi Bakar...
Gojek inilai banyak pihak sebagai keberhasilan perusahaan karya anak bangsa itu untuk meninggalkan strategi bakar uang yang identik di kalangan start-up untuk mendorong keberlanjutan usahanya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kemampuan Gojek mencatatkan contribution margin positif dinilai banyak pihak sebagai keberhasilan perusahaan karya anak bangsa itu untuk meninggalkan strategi bakar uang yang identik di kalangan start-up untuk mendorong keberlanjutan usahanya. Pengamat Ekonomi Internasional Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menilai, Gojek sudah on the track dan fokus untuk mengembangkan bisnisnya.

“Gojek sudah cukup berhasil meninggalkan strategi bakar uang, karena banyak investor yang masuk untuk memperkuat ekosistem mereka. Mereka sudah berkembang baik, tidak hanya sebagai perusahaan transportasi tapi juga menjadi perusahaan layanan pesan-antar dan pembayaran digital terdepan di mana dua hal terakhir ini yang membuat mereka mampu survive saat pandemi sekaligus berhasil meninggalkan strategi bakar uang,” tuturnya saat dihubungi.

(Baca Juga: Saatnya Strategi Bakar Uang Perusahaan Startup Berhenti )

Fithra melihat kemampuan pengembangan bisnis Gojek sangat tinggi, di mana Gojek selama ini telah mampu menangkap peluang pasar yang ada dan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat. Kemampuan ini dinilai dia sangat penting, terutama di saat pandemi yang menuntut perusahaan berbasis informasi teknologi untuk memiliki portofolio yang beragam agar bisa survive.

“Banyak start-up yang kesulitan di masa pandemi, seperti yang terkait transportasi dan travel yang harus bertumbangan. Namun Gojek sebagai super-app tidak memiliki satu layanan saja. Mereka mampu menerapkan strategi pivot dengan memperkuat layanan pesan-antar dan GoPay. Memang agar dapat bertahan di masa pandemi, mereka [perusahaan berbasis IT] itu harus engage teknologi digital. Ini kuncinya,” tukasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Nexticorn Daniel Tumiwa menilai, pencapaian Gojek yang mencatatkan peningkatan marjin positifsebagai awal yang bagus. “Saya yakin GoJek melihat hasil sekarang sebagai konfirmasi dan validasi bahwa ini merupakan permulaan yang bagus. Ini berarti GoJek semakin berperan dan dibutuhkan,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, pencapaian marjin positif ini juga membuktikan pengelolaan fungsi yang jelas dari tiap biaya marketing yang dikeluarkan dan bisa terukur.

Pada perayaan ulang tahun ke-10 yang digelar Kamis (12/11) lalu, Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo sebelumnya mengumumkan, perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (contribution margin positive) di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini.

Dalam konteks contribution margin positive seperti dijelaskan Andre, setiap transaksi Gojek sudah menghasilkan cashflow yang belum dikurangi biaya headquarter. “Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cashflow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali,” jelasnya.

(Baca Juga: Marjin Bisnis Positif, Fundamental Bisnis Gojek Semakin Kuat )

Oleh karena itu, lanjutnya, semakin besar cashflow internal, maka inovasi yang dilakukan tidak lagi terlalu terbebani pendanaan dari luar.

Gojek mengumumkan jika fundamental perusahaan di tahun 2020 semakin kuat didukung oleh total nilai transaksi di dalam platform Gojek group ( Gross transaction value - GTV) yang mencapai US$12 miliar (sekitar Rp170 triliun) atau meningkat 10% dibandingkan tahun lalu.

Pencapaian ini didorong antara lain oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara. Sementara itu, GTV dari layanan pembayaran digital, GoPay, saat ini telah melampaui total GTV di masa pra-pandemi seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
MDI Portfolio Impact...
MDI Portfolio Impact Report 2025 Tunjukkan Dampak Lintas Sektor dari Startup
Indonesia Kalah Jauh,...
Indonesia Kalah Jauh, Menko Airlangga: Hanya Punya 25 Startup AI, Singapura Hampir 300
Inovasi Buatan Anak...
Inovasi Buatan Anak Bangsa Unjuk Gigi di Tengah Ancaman Siber Sektor Keuangan
Membidik Pasar 1,4 Miliar...
Membidik Pasar 1,4 Miliar India di Ajang Startup Terbesar TNGSS 2025
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Kondisi Kesehatan Haji...
Kondisi Kesehatan Haji Bolot Sudah Membaik, Ingin Segera Pulang dan Beraktivitas
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved