Blok Perdagangan Terbesar di Dunia Terbentuk, Apakah Kepanjangan Tangan China?
Selasa, 17 November 2020 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Peterson Institute for International Economics memperkirakan, kesepakatan ini dapat meningkatkan pendapatan nasional global sebesar USD186 miliar per tahun pada tahun 2030 dan menambahkan 0,2% ke ekonomi negara-negara anggotanya.
Namun, beberapa analis berpikir kesepakatan itu kemungkinan akan menguntungkan China, Jepang dan Korea Selatan lebih banyak dibandingkan dari negara-negara anggota lainnya.
"Manfaat ekonomi dari kesepakatan ini mungkin hanya marjinal bagi Asia Tenggara, tetapi ada beberapa dinamika perdagangan dan tarif yang menarik untuk ditonton di Asia Timur Laut," kata Nick Marro di Economist Intelligence Unit (EIU).
Tetapi butuh beberapa waktu sebelum negara mana pun melihat manfaatnya, karena enam negara ASEAN dan tiga negara lain harus meratifikasinya sebelum mulai berlaku. Marro berpikir itu bisa menjadi proses yang lambat.
"Ratifikasi kemungkinan akan rumit di parlemen nasional, karena sentimen anti-perdagangan dan anti-China," tambahnya.
Namun, beberapa analis berpikir kesepakatan itu kemungkinan akan menguntungkan China, Jepang dan Korea Selatan lebih banyak dibandingkan dari negara-negara anggota lainnya.
"Manfaat ekonomi dari kesepakatan ini mungkin hanya marjinal bagi Asia Tenggara, tetapi ada beberapa dinamika perdagangan dan tarif yang menarik untuk ditonton di Asia Timur Laut," kata Nick Marro di Economist Intelligence Unit (EIU).
Tetapi butuh beberapa waktu sebelum negara mana pun melihat manfaatnya, karena enam negara ASEAN dan tiga negara lain harus meratifikasinya sebelum mulai berlaku. Marro berpikir itu bisa menjadi proses yang lambat.
"Ratifikasi kemungkinan akan rumit di parlemen nasional, karena sentimen anti-perdagangan dan anti-China," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :