Kementan Dukung Petani Milenial Kelola Lahan Kodam Jaya
Minggu, 10 Mei 2020 - 19:41 WIB
loading...
Kementan mendukung petani milenail yang dipercaya mengelola lahan Kodam Jaya. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian memperlihatkan komitmennya untuk mendukung petani milenial. Kali ini, dukungan diberikan untuk petani milenial, Bagas Suratman, yang dipercaya mengelola lahan Ketahanan Pangan Kodam Jaya di wilayah Kodim 0510/Tigaraksa, Tangerang.
Nantinya, hasil garapan Bagas dapat dijadikan motivasi serta contoh bagi para petani untuk terus memaksimalkan lahan pertaniannya. Terutama, pada lahan yang sudah disiapkan oleh Kodam Jaya.
Bagas telah menekuni dunia pertanian sejak tahun 2004 dengan komoditas utama bayam dan kangkung. Ia juga turut berkontribusi menghasilkan petani milenial lainnya dengan melibatkan generasi muda sebagai tenaga kerjanya. Saat ini, ia telah membina lima petani milenial yang sudah cukup sukses, bahkan menjadi pesaing bisnis sayurannya.
Bagas dan para petani binaanya mampu menghasilkan 10 ribu-15 ribu ikat kangkung dan bayam (sekitar 2,5 ton), dengan omset mencapai Rp15 juta per hari. Selain kangkung dan bayam, Bagas juga merambah ke budidaya tanaman buah seperti melon, dan labu madu dengan pasar modern sebagai pasar utama.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Dedi Nusyamsi menyampaikan dukungan penuh kepada Bagas atas dedikasinya terhadap sektor pertanian.
"Kita memberi dukungan penuh kepada petani Bagas. Karena selain bertani, ia membuka peluang kerja dan juga mencetak petani milenial, sebuah tindakan yang positif. Kita juga dukung Bagas untuk berbuat maksimal terhadap lahan yang diberikan Kodam Jaya. Sehingga menjadi inspirasi untuk petani milenial lain," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/05/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga mengutarakan bahwa kredibilitas generasi muda di bidang pertanian saat ini telah berkembang.
Nantinya, hasil garapan Bagas dapat dijadikan motivasi serta contoh bagi para petani untuk terus memaksimalkan lahan pertaniannya. Terutama, pada lahan yang sudah disiapkan oleh Kodam Jaya.
Bagas telah menekuni dunia pertanian sejak tahun 2004 dengan komoditas utama bayam dan kangkung. Ia juga turut berkontribusi menghasilkan petani milenial lainnya dengan melibatkan generasi muda sebagai tenaga kerjanya. Saat ini, ia telah membina lima petani milenial yang sudah cukup sukses, bahkan menjadi pesaing bisnis sayurannya.
Bagas dan para petani binaanya mampu menghasilkan 10 ribu-15 ribu ikat kangkung dan bayam (sekitar 2,5 ton), dengan omset mencapai Rp15 juta per hari. Selain kangkung dan bayam, Bagas juga merambah ke budidaya tanaman buah seperti melon, dan labu madu dengan pasar modern sebagai pasar utama.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Dedi Nusyamsi menyampaikan dukungan penuh kepada Bagas atas dedikasinya terhadap sektor pertanian.
"Kita memberi dukungan penuh kepada petani Bagas. Karena selain bertani, ia membuka peluang kerja dan juga mencetak petani milenial, sebuah tindakan yang positif. Kita juga dukung Bagas untuk berbuat maksimal terhadap lahan yang diberikan Kodam Jaya. Sehingga menjadi inspirasi untuk petani milenial lain," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/05/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga mengutarakan bahwa kredibilitas generasi muda di bidang pertanian saat ini telah berkembang.
Lihat Juga :