Blak-blakan Sri Mulyani, APBN dan Semua Sektor Shock
Selasa, 17 November 2020 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, Indonesia dibolehkan memiliki defisit di atas 3% karena penerimaan perpajakan yang menurun. "Semua pembayar pajak tentunya sedang kesusahan. Namun, belanja-belanja itu penting sekali bagi kita karena memang masyarakat tidak menunggu. Itulah yang menjadi fungsi peranan penting dari anggaran pendapatan belanja negara atau kebijakan keuangan negara," imbuhnya.
(Baca Juga: Menkeu Sebut Perjuangan Paling Berat adalah Soal Nafsu, Bukan APBN)
Sri mencatat bahwa penerimaan pajak per akhir Agustus 2020 anjlok hingga 15,6% secara tahunan. Total penerimaan pajak baru mencapai Rp676,9 triliun. Jumlah ini baru mencapai 56,5% dari target yang ditentukan dalam Perpres 72 tahun 2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.
"Meski begitu pemerintah terus menggelontorkan berbagai program bantuan sosial untuk menopang perekonomian masyarakat. Tujuannya membantu masyarakat paling rentang untuk bisa bertahan di masa sulit," pungkasnya.
(Baca Juga: Menkeu Sebut Perjuangan Paling Berat adalah Soal Nafsu, Bukan APBN)
Sri mencatat bahwa penerimaan pajak per akhir Agustus 2020 anjlok hingga 15,6% secara tahunan. Total penerimaan pajak baru mencapai Rp676,9 triliun. Jumlah ini baru mencapai 56,5% dari target yang ditentukan dalam Perpres 72 tahun 2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.
"Meski begitu pemerintah terus menggelontorkan berbagai program bantuan sosial untuk menopang perekonomian masyarakat. Tujuannya membantu masyarakat paling rentang untuk bisa bertahan di masa sulit," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :