Terobosan Jitu Bisnis Properti pada Masa Pandemi
Selasa, 17 November 2020 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
“Terobosan keempat adalah developer perlu membebaskan biaya akad kredit notaris, termasuk di dalamnya biaya AJB (Akte Jual Beli), membayar pajak pembeli BPHTB, serta proses balik nama,” ujar Agus.
Dia yakin, jika terobosan-terobosan itu diterapkan para pengembang, calon konsumen akan tertarik untuk membeli produk perumahan tersebut. Sebab, konsumen bisa mendapatkan harga spesial dengan kualitas sama bagusnya.
"Jika bagi pengembang krisis akibat pandemi adalah kerugian besar karena mereka tidak bisa menjual produknya, bagi konsumen yang memiliki simpanan uang justru sebaliknya. Ini bisa menjadi momen mereka untuk berinvestasi dengan membeli produk diskon," ujar Agus.
Menurutnya, dalam posisi krisis seperti ini, calon pembeli memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendapatkan harga properti yang murah. "Pengembang akan berusaha melepas produk propertinya dengan harga yang lebih murah agar bisa terjual. Dan konsumen punya posisi tawar untuk mendapatkan harga murah itu. Ini yang menguntungkan konsumen, karena ketika situasi sudah normal, properti yang dibelinya dengan harga murah tersebut dipastikan akan kembali naik," ujar Agus.
Dia yakin, jika terobosan-terobosan itu diterapkan para pengembang, calon konsumen akan tertarik untuk membeli produk perumahan tersebut. Sebab, konsumen bisa mendapatkan harga spesial dengan kualitas sama bagusnya.
"Jika bagi pengembang krisis akibat pandemi adalah kerugian besar karena mereka tidak bisa menjual produknya, bagi konsumen yang memiliki simpanan uang justru sebaliknya. Ini bisa menjadi momen mereka untuk berinvestasi dengan membeli produk diskon," ujar Agus.
Menurutnya, dalam posisi krisis seperti ini, calon pembeli memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendapatkan harga properti yang murah. "Pengembang akan berusaha melepas produk propertinya dengan harga yang lebih murah agar bisa terjual. Dan konsumen punya posisi tawar untuk mendapatkan harga murah itu. Ini yang menguntungkan konsumen, karena ketika situasi sudah normal, properti yang dibelinya dengan harga murah tersebut dipastikan akan kembali naik," ujar Agus.
(wan)
Lihat Juga :