Kemenhub Optimistis dengan Rekomposisi Anggaran Tahun 2021

Rabu, 18 November 2020 - 00:30 WIB
loading...
Kemenhub Optimistis...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis dengan rekomposisi anggaran tahun 2021 yang diajukan pihaknya. Rekomposisi dilakukan per program unit kerja eselon I dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas di masing-masing unit kerja di lingkungan Kemenhub.

Alokasi anggaran Kemenhub tahun anggaran 2021 adalah Rp45,66 triliun, dengan rincian yaitu belanja pegawai dengan pagu anggaran sebesar Rp3,97 triliun, belanja barang operasional dengan pagu anggaran sebesar Rp2,86 triliun, dan belanja barang non operasional dengan pagu anggaran sebesar Rp38,82 triliun.

Sumber pendanaan anggaran Kemenhub tadi di antaranya berasal dari rupiah murni sebesar Rp33,86 triliun, PNBP sebesar Rp3,79 triliun, BLU sebesar Rp1,53 Triliun, pinjaman luar negeri sebesar Rp807,11 miliar dan SBSN sebesar Rp5,66 triliun.

"Kebutuhan tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan belanja pegawai, program strategis buy the services, dan pengembangan sarana prasarana pendidikan vokasi yang mendesak seperti yang telah kami tuangkan dalam surat kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas," kata Menub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (17/11/2020). ( Baca juga:Genjot PNBP, Kemenhub Akan Naikkan Tarif Sandar Kapal )

Pengajuan rekomposisi anggaran dilakukan untuk membiayai perubahan sejumlah pos. Misalnya, anggaran Sekretariat Jenderal yang awalnya sebesar Rp716,03 miliar diubah menjadi Rp725,80 miliar. Sementara, untuk Inspektorat Jenderal anggaran tahun 2021 yang semula Rp121,54 miliar direkomposisi menjadi Rp123,29 miliar dengan tujuan untuk mengakomodasi penambahan belanja gaji sebesar Rp1,7 miliar.

Lalu, anggaran Ditjen Perhubungan Darat tahun 2021 sebesar Rp7,64 triliun dilakukan rekomposisi berupa pengurangan menjadi Rp7,63 triliun karena adanya pengurangan belanja gaji sebesar Rp14,9 miliar. Ditjen Perhubungan Laut anggaran 2021 sebesar Rp11,42 triliun dilakukan rekomposisi menjadi 11,35 triliun, adalah pengurangan belanja non operasional sebesar Rp70 Miliar untuk kebutuhan pembangunan prasarana di BPSDMP dan pengurangan belanja pegawai sebesar 988 Juta;

Ditjen Perhubungan Udara anggaran 2021 sebesar 10,55 triliun dilakukan rekomposisi menjadi Rp10,47 triliun adalah pengurangan belanja non operasional sebesar Rp80 miliar untuk kebutuhan pembangunan prasarana pada BPSDMP dan pengurangan belanja gaji sebesar Rp1,5 miliar. Ditjen Perkeretaapian anggaran 2021 sebesar Rp11,10 triliun dilakukan rekomposisi menjadi Rp11,00 triliun dengan pengurangan belanja non operasional sebesar Rp100 miliar untuk kebutuhan pelaksanaan pelayanan Buy The Service pada BPTJ. Badan Litbang Perhubungan anggaran 2021 tetap sebesar Rp197,99 miliar. ( Baca juga:Tiga Daerah Dapat Penghargaan, PDIP Dinilai Serius Ciapkan Pemimpin )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Usulan Tambahan Anggaran...
Usulan Tambahan Anggaran Rp5,783 T untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Disetujui Kemenkeu
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved