Geologi Penting Dalam Peningkatan Cadangan Migas
Kamis, 19 November 2020 - 07:29 WIB
loading...
Eksplorasi atau pencarian cadangan baru menjadi kunci keberhasilan produksi migas di dalam negeri. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Eksplorasi atau pencarian cadangan baru menjadi kunci keberhasilan produksi migas di dalam negeri. Tanpa eksplorasi, produksi migas nasional akan mengalami penurunan secara alami.
Guru besar (emeritus) bidang geologi pada Institut Teknologi Bandung (ITB), RP Koesoemadinata, mengungkapkan, temuan baru cadangan migas sangat diperlukan jika ingin meningkatkan produksi migas nasional. Untuk mendukungnya perlu data-data geologi dan penelitian yang bisa digunakan oleh pemerintah maupun perusahaan-perusahaan migas. (Baca: Enam Jenis Bisikan Setan yang Merasuki Manusia)
Koesoemadinata yang dikenal sebagai ”Bapak Geologi Migas Indonesia” menyampaikan hal tersebut saat peluncuran buku The Introduction into The Geology of Indonesia di Jakarta awal pekan ini.
Dalam buku tersebut Koesoemadinata merangkum data-data geologi yang terkumpul selama 75 tahun kemerdekaan. Dari hasil kajian geologi, hasil eksplorasi, dan hasil penelitian khusus. "Saya harapkan buku ini bisa bermanfaat bagi eksplorasi sumber daya bumi, yang sedang berlangsung sekarang maupun yang masa mendatang," ujarnya melalui aplikasi meeting virtual awal pekan ini.
Ketua Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB Nanang Abdul Manaf, selaku penerbit buku tersebut, mengatakan, sangat sedikit buku yang ditulis oleh orang Indonesia, padahal penelitian atau paper yang dibuat, baik oleh kalangan industri, perguruan tinggi atau institusi penelitian, sudah cukup banyak, namun sifatnya parsial dan tidak komprehensif. “Ini dedikasi, kerja keras, fokus, dan konsistensi beliau sehingga berhasil menyelesaikan bukunya dalam perjalanan prosesnya hampir 10 tahun,” ujarnya. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair)
Guru besar (emeritus) bidang geologi pada Institut Teknologi Bandung (ITB), RP Koesoemadinata, mengungkapkan, temuan baru cadangan migas sangat diperlukan jika ingin meningkatkan produksi migas nasional. Untuk mendukungnya perlu data-data geologi dan penelitian yang bisa digunakan oleh pemerintah maupun perusahaan-perusahaan migas. (Baca: Enam Jenis Bisikan Setan yang Merasuki Manusia)
Koesoemadinata yang dikenal sebagai ”Bapak Geologi Migas Indonesia” menyampaikan hal tersebut saat peluncuran buku The Introduction into The Geology of Indonesia di Jakarta awal pekan ini.
Dalam buku tersebut Koesoemadinata merangkum data-data geologi yang terkumpul selama 75 tahun kemerdekaan. Dari hasil kajian geologi, hasil eksplorasi, dan hasil penelitian khusus. "Saya harapkan buku ini bisa bermanfaat bagi eksplorasi sumber daya bumi, yang sedang berlangsung sekarang maupun yang masa mendatang," ujarnya melalui aplikasi meeting virtual awal pekan ini.
Ketua Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB Nanang Abdul Manaf, selaku penerbit buku tersebut, mengatakan, sangat sedikit buku yang ditulis oleh orang Indonesia, padahal penelitian atau paper yang dibuat, baik oleh kalangan industri, perguruan tinggi atau institusi penelitian, sudah cukup banyak, namun sifatnya parsial dan tidak komprehensif. “Ini dedikasi, kerja keras, fokus, dan konsistensi beliau sehingga berhasil menyelesaikan bukunya dalam perjalanan prosesnya hampir 10 tahun,” ujarnya. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair)
Lihat Juga :