Krisis Pangan Mengancam RI, Ekonom Anggap PBB Berlebihan

Kamis, 19 November 2020 - 12:58 WIB
loading...
Krisis Pangan Mengancam...
Petani memanen padi di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa (28/7/2020). FOTO/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO/Food and Agriculture Organization) memperingatan terkait ancaman krisis pangan dunia termasuk Indonesia akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Namun hal itu dianggap berlebihan pasalnya hingga November 2020 krisis pangan tidak terjadi.

"Tapi memang itu saya bantah karena tahun 2020 ini krisis pangan dunia kemungkinan kecil terjadi. Malahan sekarang sudah bulan November artinya tidak akan terjadi krisis pangan dunia," ujar Ekonom Senior CORE Indonesia Dwi Andreas di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Awas! Corona Berkepanjangan, Kelaparan Mengancam

Menuru dia jika dilihat berdasarkan kondisi pangan dunia, di mana data produksi serealia tahun 2019-2020 justru mencapai titik tertinggi atau mencapai puncak meskipun dalam beberapa bulan terakhir ada kekawatiran. Sementara itu, kenaikan harga pangan dunia juga belum mengkhwatirkan meski nilainya masih 100.9 food price indeks di bulan Oktober. "Sejak Mei harga pangan selalu naik dan saat ini di angka 100.9 jadi masih mendekati rata rata tahun 2014-2016," ungkap dia.

Baca Juga: Joss! Wong Ndeso Justru Aman dari Ancaman Krisis Pangan

Menurut Andreas, Indonesia patut bersyukur lonjakan pangan yang terjadi di dunia salah satunya dikarenakan harga minyak sawit yang tinggi. Ini bisa menjadi peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor minyak sawit ke negara negara lain. "Justru yang perlu jadi perhatian bersama karena minyak sawit ini naik sampai Oktober. Tapi yang harus diwaspadai yaitu harga serealia dunia," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Perang AS-Iran Masuk...
Perang AS-Iran Masuk Minggu ke-5: Harga Minyak Tembus USD115/Barel, Bursa Asia Bergolak, Krisis Pangan Mengintai Dunia!
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Membaca Strategi Pemerintah...
Membaca Strategi Pemerintah dalam Mengurai Simpul Kemiskinan
Data BPS Ungkap Kemiskinan...
Data BPS Ungkap Kemiskinan Menurun di Perkotaan maupun Pedesaan, Intip Angkanya
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved